17 April 2009

berjalan sendiri


This song for you..

Saat ku renungkan hidup bersama Mu
seringkali ku melupakan Mu

Berjalan sendiri
seakan ku mampu
lalui tanpa kekuatan Mu

Smakin berat beban hidupku
Smakin ku menjauh dari Mu

Namun
Ada cinta yang tak pernah berlalu
Cinta yang kudapat dari Mu

Tlah teruji lalui
rentangan sang waktu

Kau mati bagiku
berkorban untuk diriku..

-----------------------------

Di saat ku dambakan
ketenangan di hati
ku rindu damai yang sejati

Kau datang dengan kasih
puaskan jiwaku
ingin ku bersama-Mu

Sbab hanya dekat-Mu Allahku
ku rasa tenang
sbab hanya dekat-Mu Allahku
kedamaian abadi slalu di hidupku


Saat-saat dimana kita terpuruk..di situlah kita harus belajar terbuka pada diri kita sendiri..Apakah kita selalu mengandalkan TUHAN dalam setiap keputusan yang kita ambil? Atau kita berjalan menurut kehendak dan kemauan kita sendiri..Lagu di atas berkata bahwa ketika kita mencoba untuk menjalani hidup ini dengan kekuatan kita dan tidak mengandalkan TUHAN maka kita berjalan akan semakin lelah..


Marilah datang kepada Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.


Amin



25 Maret 2009

Emergency Call

Dear all

Bayangkan bila kita pada saat berdoa
kita mendengar jawaban ini:
"Terima kasih Anda telah menghubungi Rumah Bapa.
Pilihlah salah satu:
....tekan 1 untuk meminta.
..tekan 2 untuk mengucap syukur;
..tekan 3 untuk mengeluh;
..tekan 4 untuk permintaan lainnya."

Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu yang lain. Tetaplah menunggu, Panggilan Anda akan dijawab sesuai urutannya."

Atau bisa juga Anda mendengar ini:
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelepon hari ini, silahkan mencoba kembali esok hari."

atau begini:
"Kantor ini ditutup pada hari Minggu,silahkan menelpon lagi pada hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Namun, puji Tuhan, Allah mengasihi kita, kita dapat menelponnya setiap saat!
kita hanya perlu memanggil sekali dan Dia mendengar kita, karena Yesus, kita tak akan pernah mendengar nada sibuk.

Tuhan menerima panggilan dan tahu siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika kita memanggil, Tuhan menjawab; kita menangis minta tolong dan Dia akan berkata: "Ini Aku" (Yesaya 58:9)

Ketika kita memanggil, gunakan "Nomor Telepon Darurat" di bawah ini:
* Saat berduka cita, putar Yohanes 14
* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27
* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15
* Ketika Anda berdosa, putar Mazmur 51
* Ketika Anda khawatir, putar Matius 6:19-34
* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91
* Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139
* Ketika iman Anda perlu dikuatkan, putar Ibrani 11
* Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23
* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar 1Korintus13
* Untuk rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3:12-17
* Untuk arti kekristenan, putar 1 Korintus 5:15-19
* Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan,putar Roma 8:31-39
* Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan,putar Matius 11:25-30
* Ketika dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90
* Ketika Anda ingin p;jaminan kekristenan, putar Roma 8:1-30
* Ketika Anda berangkat kerja atau berpergian,putar Mazmur 121
* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55
* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1
* Supaya Anda dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12
* Ketika Anda memikirkan kekayaaan, putar Markus 10
* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27
* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37
* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang,putar 1 Korintus 13
* Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15
* Jika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126
* Ketika Anda menemukan dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi.
Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari!
Dan, yang penting, bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang yang kita kasihi di sekeliling kita. Siapa tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya. GBU

BANK WAKTU

Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.

Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya. Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat
Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api

Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

12 Maret 2009

Bukan Pergumulan tapi Perjuangan

Oleh: Hendra Kasenda (terangdunia.com)

Banyak orang berkata, "Saya lagi banyak pergumulan nih." Lalu mereka tenggelam dalam pergumulan itu dan tidak lagi menjadi anak Tuhan yang tangguh. Sebetulnya bukan pergumulan tapi perjuangan.
Mudah menyerah pada keadaan adalah tipikal orang yang bergumul dalam masalah. Karena biar bagaimanapun manusia itu lemah dan masalah itu seolah sangat tangguh apalagi jika datang bertubi-tubi. Pasti seorang yang bergumul akan mudah menyerah. Menjadi apatis. Tidak bisa melihat kemurahan Tuhan dan menjadi suka menggerutu.
Tuhan sangat membenci sikap ini dalam diri orang Israel yang telah dituntunNya dari Mesir. Mereka selalu menggerutu dan seolah tidak melihat apa yang telah Tuhan kerjakan dalam hidup mereka dengan membebaskan mereka dari Mesir.
Tuhan mau kita hidup dalam perjuangan dan bukan pergumulan. Masalah boleh datang tapi itu bukan untuk digumulkan apalagi digerutuin tapi diperjuangkan. Perjuangan akan menghasilkan semangat juang dan akhirnya meraih kemenangan. Apalagi jika kita mengingat ayat firman Allah, Jika Tuhan ada dipihak kita siapakah lawan kita.
Nah bagaimana dengan anda hari ini? Sudahkah anda berjuang untuk mengatasi permasalahan anda? Ingatlah selalu Tuhan ada di pihak anda.

04 Maret 2009

Tubuh dan Darah Yesus

1 Kor 11:23-25
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

Dalam perjamuan kudus, ada tubuh dan darah TuhanYesus. Tubuh dilambangkan dengan roti / makanan, darah dilambangkan dengan anggur / minuman. Tubuh jasmani kita membutuhkan makanan dan minuman, demikian pula dengan tubuh rohani.

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk hidup. Tiap-tiap hari perlu makan dan minum. Makan dan minum tubuh dan darah Tuhan Yesus artinya mengingat selalu pengorbanan Tuhan Yesus; juga menjadikan firman Tuhan menjadi SATU dengan kita. Tanpa makan dan minum, manusia dapat mati. Menandakan kita perlu bergantung pada Dia.

Orang yang tidak berdasar pada DIA akan cenderung percaya kepada kekuatan sendiri atau menggunakan kekuatan-kekuatan lain. Orang ini sudah termasuk anti-kris. Apabila seseorang mencari Tuhan seperti dalam Mazmur 1, maka segala yang dikerjakannya berhasil karena Tuhan Yesus berjanji dalam Yohanes 15:7 (Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya).
Yohanes 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya
Sesungguhnya Yesus tidak bisa mati karena salib atau apapun; karena di dalam DIA ada kuasa BAPA yang hidup. Yesus selalu mendengar suara BAPA dan berkomunikasi dengan DIA. Banyak kali dicatat dalam Alkitab; Yesus tidak tidur, tapi Yesus berdoa semalam-malaman (mengangkat 12 murid, taman Getsemani,dll). Yesus juga taat kepada suara Bapa dengan menerima Yudas sebagai muridNya. Kuasa Bapa yang hidup itulah yang menyembuhkan, melepaskan dari kuasa gelap.
Bila kita sungguh-sungguh hidup kudus seperti Yesus, maka kuasa Bapa yang hidup juga ada di dalam diri kita.Kuasa yang bekerja dalam diri Yesus luar biasa besarnya. Mengapa? Karena Yesus tidak menerima setiap kata-kata yang ditawarkan iblis (seperti pada saat dicobai di padang gurun), yang dinamakan UnGodlyBelief / kepercayaan yang tidak alkitabiah. Kata-kata iblis itu seakan-akan seperti firman Tuhan. MengapaYesus dapat mengatasi godaan iblis ? Yesus mengerti tujuan hidupNya (jalan salib). Sebelumnya Yohanes menyebut Yesus sebagai domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29).
Tujuan hidup kita masing-masing di-set oleh Bapa. Kita perlu tau akan tujuan hidup kita. Banyak orang bunuh diri karena mereka merasa sudah tidak ada tujuan hidup lagi. Hal-hal negatif, hal-hal yang sia-sia, hal-halyang menyimpang dari kebenaran (hal semacam ini yang iblis sering tanamkan dalam pikiran manusia). Dalam diri kita, masih banyak paradigma yang menentang kebenaran firman Tuhan. Roh Kudus akan membantu kita menyingkapkan akar penyebab dari paradigma tersebut.
Di masa kecil, seseorang sering mendapat kata-kata:"kamu seorang yang gagal", maka saat dewasa dia banyak mengalami kegagalan. Kata-kata itu masuk dengan tidak ada penyaringan. Orang dewasa juga dapat mengalaminya juga, bila dia tidak melakukan penyaringan dengan firman Tuhan. Biasanya kata-kata akan datang berulang-ulang, pertama dianggap sepi, lama kelamaan(tidak melakukan penolakan) perkataan tersebut akan diterima. Sesungguhnya bila kita menerima hal-hal yang bukan kebenaran (UnGodly Belief / Kepercayaan Yang Tidak Alkitabiah) maka sebenarnya kita berjabat tangan dengan iblis dan menjadi musuh Allah.
GBU

25 Februari 2009

Tuhan tak Pernah Gagal

Nikmati lirik lagu ini, itu menguatkan langkah hidupmu kawan:

TUHAN tak pernah gagal
Dalam segala yang Kau rencanakan
TUHAN tak pernah lalai
Dalam segala hal yang Kau janjikan
Kau rancangkan hidup dalam damai sejahtera
Hari depan yang penuh dengan harapan
Ku bersuka senantiasa
kar’na ku percaya
Ku ada di Tangan yang kuat,
-Jonathan Prawira-
TUHAN memiliki rencana untuk memberikan kepada kita hari depan penuh harapan. Mari bangkit dan kembali melakukan apa yang perlu kita perjuangkan, karena kita tahu kita menyembah TUHAN yang tidak pernah gagal. Say “Yes” to worship!

Taat sampai Mati

Apakah arti keselamatan bagi kita?
Sebenarnya, keselamatan bagi kita itu merupakan KASIH KARUNIA. Pada dasarnya, semua manusia setelah jatuh dalam dosa harus mendapat hukuman atas dosa yaitu Maut (Roma 3:23-23, Roma 6:23)
Dalam Kejadian 1:29-30
Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Kejadian 2:16-17, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Ada sebuah larangan yang diberikan. Mengapa ada larangan? Karena manusia pada dasarnya ingin bebas. Oleh karena itu, Allah membuat suatu larangan. Mengapa larangan itu ada?
  1. Untuk melindungi kita : seperti layaknya lampu merah yang ada di jalan yang melrang pengemudi kendaraan untuk tetap melintas, demikian juga halnya dengan larangan dari Tuhan. Maksud dari larangan itu adalah untuk melindungi kita. Apabila lampu merah itu tidak ada, bisa dibayangkan betapa kacaunya jalan-jalan dan bahkan tidak mustahil lagi akan terjadi tabrakan atau kecelakaan. Larangan ada untuk membuat satu ketertiban sehingga kecelakaan dan tabrakan tidak terjadi.
  2. Untuk mengukur ketaatan kita kepada Tuhan : bagaimana kita dapat mengukur seberapa kita taat selain dengan adanya hukum-hukum, perintah-perintah dan larangan-larangan Tuhan.

Ketaatan kita harus dimulai dari diri sendiri. Kita tidak bisa menuntut orang lain harus taat terlebih dahulu. Contohlah Yesus yang taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib.

23 Februari 2009

Apakah DOSA merupakan HAL yang SERIUS ?


Ini adalah pertanyaan sederhana yang mungkin menelisik hati dan kehidupan kita..Benarkah DOSA merupakan hal yang serius? Ataukan DOSA hanya merupakan masalah? Bukan !! DOSA adalah DOSA dan BUKAN SEKEDAR MASALAH.

Terkadang kita menurunkan derajat DOSA menjadi hanya sebuah MASALAH. Pandanglah DOSA sebagaimana Allah memandang bagaimana DOSA itu.

Yaps, Itu yang gw denger sewaktu ibadah di GBI Senayan hari Minggu (22/2) kemaren yang disampaikan oleh Pdt. Ridwan Hutabarat.


Mengapa DOSA digolongkan kedalam hal yang SERIUS. Keseriusan sebuah hal ditentukan oleh 2 faktor berikut:


  • Siapakah yang turun tangan dalam mengatasi hal tersebut? Yaps, bisa kita umpamakan hal yang sederhana seperti pencurian, Untuk kasus pencurian ayam, polisi yang akan turun mungkin hanya polisi dengan pangkat-pangkat yang rendah..baru untuk kasus-kasus pencurian bank dalam skala besar akan melibatkan pejabat-pejabat kepolisian yang lebih tinggi misalnya Kapolres. Sedangkan jika ditemukan adanya ancaman bom bisa dipastikan Kapolda akan turun tangan menghadapinya. Kita bisa liat seberapa seriusnya suatu hal dari siapa yang dapat turun tangan menyelesaikan hal tersebut. Jika Dosa dapat diselesaikan oleh jajaran Kepolisian ataupun Presiden maka Tuhan tidak perlu sampai turun ke dalam dunia. Tapi kenyataannya, Allah turun ke dunia dalam maksud penebusan. Untuk apa? untuk mengatasi DOSA. Oleh karena itu, dapat kita lihat dosa merupakan hal yang serius.

  • Apakah dampak dari hal tersebut? Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Upah DOSA ialah MAUT. Itu dampak terbesar yang ada dalam kehidupan ini. Olehkarenanya DOSA merupakan Hal yang tidak main-main. DOSA merupakan hal yang SERIUS.

Sudah waktunya, anak-anak Tuhan memandang DOSA seperti Allah memandang apa itu dosa. Dan, sudah waktunya juga, DOSA tidak dianggap hanya sebagai masalah. Sekarang waktunya bagi kita untuk berkata TIDAK terhadap DOSA. dan itu ada pada keputusan Anda masing-masing.

06 Februari 2009

Lebih dari Sekedar Bekerja..

Doni sekarang memiliki julukan baru dari teman-teman kantornya, yaitu si Tango (baca: teng go). Maklum aja, Doni merupakan tipe karyawan yang bekerja pas-pasan. Datang pas jam kantor masuk, itupun terkadang terlambat, dan begitu jam pulang dia langsung cabut. Singkatnya, begitu teng langsung go.
Berbeda dengan Doni, rekan sekerjanya Dicky tampak lebih rajin dalam bekerja. Dicky yang baru menikah beberapa bulan lalu itu, kini tampak lebih bersemangat dalam menjalani profesinya. Dia memiliki tekad yang kuat untuk menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab. Bahkan, Ia tak segan-segan untuk lembur jika diperlukan. Dicky juga hampir selalu datang sebelum jam kantor.

Penghasilan ekstra yang dimilikinya sebagiandia pergunakan untuk mencicil rumah, sebagian lagi untuk membeli asuransi untuk dia dan istrinya serta untuk dana pendidikan anaknya kelak. Dia memiliki prinsip bahwa semuanya itu harus sudah dimulai dari sekarang sehingga persiapan pendidikan untuk anaknya dapat aman.

Meski termasuk pekerja keras, Dicky tidak mengabaikan komunikasi dengan istri dan keluarganya. Ia meluangkan waktu untuk mengirimkan beberapa SMS di kala sedang bekerja. Entah hanya mengungkapkan bahwa ia sangat mengasihi istrinya ataupun menanyakan sedang apa dan mengingatkan untuk tidak lupa makan.

Kisah sederhana di atas membuat saya bertanya-tanya, Apakah sebenarnya yang membuat Doni dan Dicky berbeda dalam pekerjaan mereka? Jawabannya adalah berhubungan dengan cara pandang mereka terhadap pekerjaan. Ya benar, Makna dari sebuah pekerjaan bisa menjadi berbeda antara seorang dengan lainnya. Untuk lebih lengkap tentang makna pekerjaan bisa klik d
isini.

04 Februari 2009

Berapa Besar Kasih TUHAN dalam hidup anda yg anda ketahui??


Hari ini musim semi yang panas, aku sedang asik membaca novel Dan
Ditemani Ipod yang Mendendangkan lagu jazz favoritku,
disela- sela makan siangku di sebuah Cafe Di seberang Jalan kantorku.

Siang itu begitu panas, anginpun seakan-akan enggan bertiup. Ku perbesar
Volume musik yang aku dengar. hmm.. . Nikmatnya hidup ini..
Tak terasa waktu berlalu, waktu istirahatku usai,
Hmm lagi asik2nya membaca nih...
Sambil menaruh selembar uang $10 aku berjalan santai menyebrangi Jalan.

Aku mengangguk-anggukkan kepala mendengar suara musik yang merdu lewat
Earphone sambil tetap fokus membaca, lagi seru-serunya nih. Aku melangkah
Menyebrangi jalan, tiba2 pembatas buku di novelku terbang tertiup
Kembali ke arah cafe itu, reflek aku membalikan badanku Dan mengejar pembatas buku itu.
Hmm... Dapat..
Untung tidak kotor kataku sambil mengibas-ngibaskan pembatas Bukuku.. angin yang aneh, dari mana datangnya, angin berhembus
Kencang ditengah panasnya musim semi?

Ketika aku kembali berjalan, aku terkejut banyak orang mendekat
Ke arahku, banyak yang memandangiku sambil mengeleng-gelengkan kepala Mereka, aku melepas earphoneku, seorang ibu paru baya bertanya
" Apakah aku baik-baik saja? "
" Aku tidak mengerti, Ada apa ? "
Lalu ibu itu bercerita tentang hal yang sampai kini tidak bakal aku
Lupakan...

Ketika aku sedang asik membaca buku sambil mendengarkan ipod
Kesayanganku sewaktu menyeberang jalan,
dari arah jalan sebuah truk yang dikemudikan seorang supir yang ternyata mengantuk, melaju kencang kearahku, orang-orang berteriak mengingatkanku, tapi Aku tidak mendengar, sesaat sebelum terjadi tabrakan, aku berbalik dan berlari ...
Untuk mengambil pembatas bukuku yang tertiup angin...
Aku Bergidik...
Tak Terasa air Mata mulai tumpah..
Aku tinggal selangkah lagi dari ajalku, tapi Tiba2 Angin yang Tidak biasanya berhembus,
berhembus untuk kemudian menerbangkan Pembatas Bukuku
Dan .. Menyelamatkanku. ...

Itu semua anugrah Allah untuk kamu, ibu itu berujar padaku, kakiku Terasa Tak kuat Menopang berat tubuhku, aku berlutut Dan mengucap syukur, seandainya Ibu Itu tidak
Bercerita tentu aku tidak akan tahu kasih Tuhan kepadaku,

Dan aku sadar dalam hidupku, banyak sekali kasih Tuhan dinyatakan Tanpa Aku sadar Dan ketahui.....
Aku kembali menangis ...


Perenungan :
Saudara, sering kali Kita lupa untuk mengucap syukur.
Seringkali Ketika Kita melihat Keadaan Kita yang terpuruk, jatuh, miskin, terlantar,
Kita lupa untuk Mengucap Syukur.
Kita lupa bahwa tanpa perlindungan Tuhan, Kita pasti akan mengalami Kejadian yang Lebih parah dari yang Kita alami sekarang,
tapi karena kasihNya, Kita Tidak mengalaminya.

Jangan lupa untuk selalu mengucap syukur untuk apapun dalam keadaan
Apapun, karena Kita tahu sekarang Dia selalu bekerja,
sadar atau tanpa Kita Sadari . Dan Yang pasti
DIA TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN KITA,
Dan mari Kita JANGAN PERNAH TINGGALKAN DIA...
MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL KARENA ITU YANG DIKEHENDAKI ALLAH BAGI KITA SEMUA

27 Januari 2009

Bangun dari Tidurmu !!

Kali ini, kita akan sama-sama belajar mengenai 'Bangun dari tidurmu'

Ayat Pokok
Kisah Para Rasul 27 : 1-13
27:1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
27:2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
27:3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
27:4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
27:5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
27:6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
27:7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
27:9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
27:10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."
27:11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
27:12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
7:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

Suatu ketika Paulus beserta rombongannya sedang dalam pelayaran di daerah sekitar Italia. Karena banyak gelombang dan badai dalam pelayaran mereka, Paulus berucap, "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita." (ayat 10)

Rasul Paulus adalah seorang yang tidak memiliki pengalaman dalam hal perkapalan tapi ia mengungkapkan apa yang dia ketahui. Namun, Perwira kapal lebih percaya pada jurumudi dan nahkoda kapal daripada perkataan Paulus (ayat 11). Oleh karena itu, mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.

Dari sini apa yang kita bisa ambil sebagai pelajaran?
  • Belajarlah menangkap sinyal-sinyal rohani : walaupun Paulus tidak ahli dalam hal pelayaran dan kapal (dia hanya pernah menjadi tukang tenda) namun dia tahu banyal mengenai sinyal-sinyal surgawi. Dia adalah seorang Rasul yang diurapi Allah.

  • Hidup kita tidak didikte oleh keadaan : seringkali kita terpuruk akibat kita melihat keadaan sekitar kita dan mengambil keputusan dan keyakinan yang salah gara-gara keadaan tersebut. Kehidupan kita tidak cuma berdasarkan keadaan. Iman kita harus lebih bertahan terhadap keadaan dan fakta yang tidak baik sekalipun. Kita harus hidup berdasarkan apa yang kita imani bukan atas apa yang kita lihat.

  • Kalau Tuhan yang kasih tahu, pengetahuan dan keahlian kita di-nihil-kan : Paulus seorang yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kapal bisa 'mengalahkan' jurumudi dan nahkoda yang jelas-jelas memiliki pengalaman yang banyak dalam hal itu. Saat Tuhan memakai kita, Dia malah akan meniadakan keahlian dan pengetahuan kita sehingga apa yang bisa kita lakukan hanya karena Anugerah dan kasih karunia-Nya. Dia mau supaya kita mengandalkan Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri.

  • Tuhan tidak bekerja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kita : Dia adalah Tuhan yang sanggup menyelami segala sesuatu dalam kehidupan ini.

  • Jangan anggap sepela perkara-perkara rohani : perkara jasmani diawali dari hal-hal yang rohani.

Yesaya 45:1-3

Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

Kita diajarkan untuk medahulukan perkara-perkara rohani. Dalam matius juga kita diajarkan untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua nya akan ditambahkan kepadamu. Tuhan yang mengetahui harta benda yang terpendam, Dia yang mengetahui harta kekayaan yang tersembunyi, dan DIA juga yang bisa menuntunmu dan membawamu ke tempat itu. Tuhan seringkali berbicara hal-hal yang tidak eksplisit nyata atau dalam perumpamaan, Mengapa? hal ini dimaksudkan agar hanya orang-orang yang bisa connect dengan Tuhan saja yang mengerti (Matius 13:13) Dia mau supaya kita lebih lagi memilki kepekaan dalam menangkap sinyal-sinyal rohani.

Terkadang kita hanya mencari sinyal-sinyal dari Tuhan saat kita sudah kepepet, kita cari Tuhan kalau sudah datang masalah yang bertumpuk. Bukan demikian!! Latihan terbaik adalah bukan ketika waktu berperang. Waktu kita berperang kita sudah tidak ada waktu lagi untuk berlatih.

Dalam Keluaran 14:10-14,

Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Bangsa Israel memiliki konsep yang salah, saat mereka menghadapi masalah mereka berpikir kalau mereka pasti akan mati. Mereka ketakutan hanya karena melihat masalah. Tapi berbeda dengan Musa, dia sama-sama berada dalam keadaan itu, dia sama-sama menghadapi masalah yang terjadi di bangsa Israel namun dia tidak memilki konsep kematian. Malahan dia berani berkata bahwa Allah telah menyediakan jalan keluar bagi masalah itu. Itulah konsep yang harus kita miliki juga. Dalam hal apapun, saat situasi masih krisis tetapi jalan keluar pasti DIA sediakan. Amin. Lalu sebenarnya apa yang kita butuhkan? Kita harus bangun dari tidur!

Baca Zakharia 4:1-2

Datanglah kembali malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannyalah aku seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.

Pada saat itu, sedang apakah Zakharia? sedang tidur atau sedang terjaga? Jawabnya adalah sedang terjaga karena di ayat 1 jelas dikatakan bahwa ..seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. Lalu sebenernya yang tidur siapa? dia adalah roh dari Zakharia. Ada orang yang secara jasmani bangun dan terjaga tapi rohnya tertidur. Ini hal yang dialami Zakharia kali itu.

Apa yang dilihatnya? ada kandil dari emas, ada tempat minyak, dsb. pertanyaannya adalah apakah hal-hal yang dilihat itu sebelumnya sudah ada? yap, sebelumnya hal-hal itu sudah ada namun roh zakharia tidur dan tidak melihat hal-hal itu. Oleh karena itu, jalan keluar dari masalah pun demikian. Jalan keluar itu sudah ada saat masalah itu ada. Namun, yang seringkali terjadi adalah roh kita yang tertidur sehingga kita tidak melihat jalan keluar itu. Jalan keluar di tengah-tengah krisis dan masalah telah TUHAN sediakan hanya saja masalahnya sekarang adalah kita melihatnya atau tidak?

ingat, BERKAT ada di atas kepala orang benar (Amsal 10:6) So? kalau kita termasuk orang benar maka kita tidak perlu kuatir akan adanya masalah karena BerkatNya ada di atas kepala kita untuk membawa kita MENANG atas setiap masalah.

22 Januari 2009

Ada Apa Dengan CINTA?

Tuhan pernah menegor jemaat EFESUS dalam kitab Wahyu karena mereka telah meninggalkan KASIH yang mula-mula. Bicara tentang kasih kita bisa banyak belajar dalam 1 Korintus 13.
Mengapa kita bisa kehilangan kasih yang mula-mula? Jawabannya adalah karena kita lebih mementingkan aktivitas ketimbang membangun hubungan. Lihat saja jemaat Efesus mereka bukannya tidak melakukan banyak hal yang bisa dikatakan sebagai pelayanan. Namun, Tuhan tetap menegor mereka telah kehilangan kasih mula-mula.

Contoh lain yang sangat menyatakan perbedaan itu adalah kisah Maria dan Marta. Maria memilih untuk duduk di bawah kaki Yesus dan mendengarkan apa yang dikatakan DIA sedangkan Marta menyibukkan dirinya dengan berbagai-bagai kegiatan. Ini mencerminkan bahwa kasih mula-mula lebih mengutamakan membangun hubungan bukan sekedar beraktivitas banyak dalam pelayanan.

Dalam 1 Korintus 13 : 1-2
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Bagian ini merupakan prolog dari sebuah tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus mengenai KASIH. Gereja (baca: orang percaya) bisa saja memiliki banyak karunia-karuni yang luar biasa seperti dikatakan dalam ayat 1 dan 2 namun hal tersebut tidak berguna sama sekali jika tidak adanya KASIH.

Mungkin pertanyaan yang timbul dalam hati kita adalah "Apakah mungkin orang percaya bisa memiliki karunia tapi tidak mempunyai kasih?" Yaps, Karunia dapat dimiliki orang percaya karena itu pemberian Tuhan sedangkan kasih merupakan Karakter, jadi sangatlah mungkin terjadi orang yang memilki karunia tapi tidak memiliki kasih. Dasar pelayanan seharusnya dengan kasih bukan atas yang lain, dan itu hanya bisa diketahui oleh yang bersangkutan dan Tuhan.

1 Korintus 13 : 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Pemberian yang dilakukan juga bisa tanpa kasih, contoh: memberi kepada pengemis

1 Korintus 13 : 4-7
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih itu SABAR..kapan kita tahu kalau kita memilki kasih? Jawabnya adalah kalau kita SABAR. dan kapan kita tahu bahwa kita ini orang sabar atau tidak kalau kita tidak pernah ada yang menguji kesabaran kita. Berbahagialah kalau kita diuji dalam berbagai hal mengenai kesabaran ini.

1 Korintus 13 : 8-13
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Ketika kasih terus-menerus bekerja dalan hidup kita maka akan ada pertumbuhan menjadi gereja (baca: orang percaya) yang dewasa...Mari kita bertumbuh dalam pengenalan akan DIA karena DIA yang menjanjikannya Setia. Amin