18 Maret 2010

Memaksakan keinginan kita..

"Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu sesuai dengan kehendakNya." (1 Yohanes 5:14)

Konon ada seorang Kaisar yang sangat kejam sekali, rakyatnya sangat takut pada Kaisar itu; sebab kalau apa yang diperintahnya tidak dapat dipenuhi maka rakyatnya bakal dihukum. Satu-satunya orang yang tidak takut padanya hanya sang putri tunggalnya. Apa saja yang diminta putrinya pasti dikabulkan.

Suatu hari sang putri datang pada papanya "Pa, saya mau minta sebuah cincin." "Bukankah kamu sudah mempunyai banyak cincin anakku? " tanya sang papa kembali. "Ini yang lain Pa, saya menginginkan cincin yang bermata embun." Sambil merengek-rengek di depan Papanya. "Baiklah anakku, Papa akan memberikan padamu."

Keesokan harinya Kaisar memberikan pengumuman ;"Semua pandai-pandai emas di negeri ini supaya berkumpul di istana, karena ada tugas yang harus diberikan kepada kalian." Mendengar ini semua pandai-pandai emas sangat ketakutan, sebab apabila mereka tidak dapat memenuhi permintaan Kaisar, maka ganjarannya dipenjarakan atau dibunuh.

Tibalah hari yang ditetapkan, maka semua pandai-pandai emaspun berkumpul di Istana. Kaisar mengatakan "Putriku ingin memiliki sebuah cincin emas bermata embun, saya harap kalian dapat mengerjakan untuknya." Semua pandai-pandai emas tercengang mendengar itu, tidak ada seorangpun yang berani angkat tangan, sebab apa yang ditugaskan oleh raja adalah suatu tugas yang tidak masuk akal.

Mereka sudah putus asa, karena mustahil membuat cincin yang bermata embun. Di tengah keheningan dan ketakutan, maka berdirilah seorang kakek tua dan berkata : "Saya bersedia." Mereka gembira bercampur sedih, sebab mereka bayangannya sebentar lagi kakek itu bakal mati, dan kalau berhasil maka mereka semua tertolong. Namun kakek tua ini dengan tenang berkata, Saudara-saudara doakanlah supaya Tuhan memberi saya hikmat. "Lalu kakek ini berpaling pada sang putri Kaisar dan berkata "Putri, besok pagi-pagi jam 04.00 saya tungu di halaman Istana.

Keesokan harinya, pagi-pagi sebelum jam 04.00 sang putri sudah bangun, ia mengenakan gaun putih yang paling mahal, kaus kaki putih, sepatu serta sarung tangan yang serba putih. Lalu ia berjalan menemui kakek itu, "Baiklah Nak, sekarang saya persiapkan alat-alat untuk membuat cincinmu; sementara itu engkau boleh memilih embun yang engkau paling sukai, lalu bawa kemari."

Dengan senang hati sang putri berjalan-jalan mengelilingi taman Istana untuk mencari embun yang paling indah. Namun sudah lebih kurang dua jam ia masih belum menemukannya, sebab setiap embun yang dia ambil selalu menjadi air. Gaun indahnya sudah basah, kaus kakinya sudah kotor, sepatunya basah bahkan sarung tangannya sudah menjadi jorok. Akhirnya sambil menangis sang putri berlari menuju kakek tua itu dan berkata : "Saya tidak mau lagi cincin itu." Kakek tua itu hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa, sementara Kaisar melihat dari lantai atas Istana sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kakek itu selamat, berikut semua pandai emas lainnya.

Di sini kita melihat bahwa permintaan yang dipaksakan, berakibatkan kegagalan. Apalagi meminta sesuatu pada Tuhan, mintalah yang seturut dengan apa yang dikehendaki-Nya.

-from friend's email-

Apakah berhenti saja?

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku, "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?" Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.

"Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"

"Ya", jawabku.

Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu tapi Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. Lalu pada tahun kelima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.

Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani."

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu."

Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

"Saatmu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi".

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.

"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.

"Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya

"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

-dari email teman-

09 Februari 2010

Badai dan Nelayan

Apakah perbedaan antara seorang nelayan pemula dengan nelayan yang sudah berpengalaman? Selain cara menangkap ikan, yang menjadi pembeda diantara mereka adalah sikap ketika air pasang datang. Bagi yang baru pertama kali berlayar ke laut, mereka pasti panik dan ketakutan saat perahu mereka diombang-ambingkan oleh air yang besar, tetapi nelayan yang berpengalaman akan bersikap tenang dan mendayung dengan sekuat tenaga agar bisa sampai ke daratan.


Nelayan yang baru pertama kali berlayar merasa ketakutan sangat dan mengambil tindakan untuk panik karena mereka percaya pada arus air, tetapi sebaliknya mereka yang berpengalaman di laut terus berjuang karena mereka pernah melaluinya dan selamat. Pengalaman mereka lolos dari air pasang sebelum-sebelumnya memberi keyakinan yang besar bahwa mereka akan lolos dari bahaya air pasang yang datang selanjutnya.


Bila kita terus menerus hidup di dalam Allah maka ketika masalah besar atau pergumulan begitu berat dihadapi, kita akan tetap percaya bahwa semuanya itu pasti bisa terlewati dengan kemenangan gilang gemilang. Keyakinan ini tidak terjadi dalam satu hari atau lewat satu peristiwa saja, tetapi hari demi hari dan banyak peristiwa.


Apakah hidup Anda saat ini sedang mengalami banyak permasalahan dan ingin mengambil keputusan untuk menyerah? Saya menegur dalam kasih Kristus, jangan melakukan itu. Allah menginginkan Anda menjadi pemenang dan meraih berkat-berkat yang telah disiapkan ketika Anda dapat melewati ‘air pasang' tersebut. Oleh karenanya, lawan semua masalah itu bersama Allah dan jadilah anak kebanggaan-Nya.


Sebesar apapun air pasang yang menerjang kehidupan Anda, lebih besar Allah yang menyertai kehidupan Anda.

-dari email teman

29 Januari 2010

Dua buah Kotak

Ada di tanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga. Kata-Nya, "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam. Dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas."

Aku melakukan apa yang Tuhan katakan.Setiap kali mengalami kesedihan maka aku letakkan ia ke dalam kotak hitam. Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan kegembiraanku dalam kotak berwarna emas.

Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat. Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula.Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam. Kini aku tahu jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh keluar.

Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya, "Kemanakah perginya semua penderitaanku?" Tuhan tersenyum hangat padaku. "AnakKu, semua penderitaanmu berada pada-Ku." Aku bertanya kembali, "Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang?"

"AnakKu, kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu."

Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan. Campakkan penderitaanmu agar kau melupakannya

28 Januari 2010

"Aku lelah Tuhan.. "

Di saat aku berkata "Aku lelah Tuhan.. aku sangat lelah untuk meneruskan perjalananku.. semua yang aku lakukan tidak pernah cukup, aku lelah dengan semua, aku tak sanggup.. tak mampu. Mengapa hal ini tidak pernah lalu dariku, mengapa perjuanganku sangat berat. Tapi aku mau menang Tuhan, aku mau tetap berjuang bersama-MU, aku mau sampai garis akhir. Sampai Kau bilang sudah selesai, semua sudah selesai."

Lalu Kau berkata: "Anak-Ku, sebenarnya beban yang kau pikul tak seberapa. Aku lebih lelah darimu, Aku harus melihat dan mendengar bahkan memperhatikan kamu. Semua keinginanmu dan kebutuhanmu, belum lagi temanmu, saudaramu. Bahkan kalau Kutuliskan di sini takkan cukup.

Tapi kau tahu anak-Ku, Aku melakukannya demi cinta-Ku padamu, tanpa paksaan. Aku melakukannya dengan sukacita, dengan penuh rasa syukur, karena Aku mencintaimu, sangat mencintaimu dengan segenap hidup-Ku. Aku bahkan mau dan rela mati untukmu. Itu tak mudah anak-KU, bahkan Aku sempat berkata pada Bapa-KU, 'Biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku.' Tapi Aku tahu kalau Aku tak mati untukmu, perjalanan-Ku belum selesai. Aku tahu itu tujuan hidup-Ku, supaya setiap kamu yang percaya pada-Ku selamat dan dapat hidup kekal.

Tenang anak-Ku, Aku tahu takkan mudah untukmu menjalani ini semua. Seringkali Kulihat kau terjatuh, kau menangis, kau berteriak pada-Ku. Aku mendengar setiap teriakanmu. Aku melihat setiap tetes air matamu. Aku menghargai perjuanganmu untuk selalu bangkit dari tiap kejatuhanmu. Aku menyayangimu anak-Ku. Kau sangat berharga buat-Ku.

Jangan biarkan dirimu menjadi lemah dan tak perduli, cobalah lebih keras lagi, berusahalah membuat-Ku tersenyum. Berjuanglah untuk mendapatkan mahkota kemuliaan yang telah Kusediakan. Aku sudah menyediakan tempat bagimu bersama-Ku. Aku selalu ada bersamamu, dalam tiap langkahmu, dalam tiap hembusan nafasmu, dalam tiap tetes air matamu, dalam tiap usahamu untuk bangkit. Lakukanlah dengan cinta anak-Ku, lakukanlah dengan penuh rasa syukur. Jangan takut, Aku ada dekatmu, selalu di dalam hatimu. Karena AKU MENCINTAIMU... Aku mencintaimu dengan segenap hati-Ku."

Lalu Ia tersenyum dan akupun tersenyum. "Thanks GOD. You are awesome. I love You too."

20 Januari 2010

Berapa besar kasih Tuhan dalam hidup anda yang anda ketahui ???

Hari ini musim semi yang panas, aku sedang asik membaca novel dan ditemani Ipod yang mendendangkan lagu jazz favoritku, di sela- sela makan siangku di sebuah Cafe seberang Jalan kantor ku.

Siang itu begitu panas, anginpun seakan2 enggan bertiup. Kuperbesar Volume music yang aku dengar. hmm.. . Nikmatnya hidup ini.. Tak terasa waktu berlalu, waktu istirahatku usai, Hmm lagi asik2nya membaca nih... Sambil menaruh selembar uang $10 aku berjalan santai menyebrangi Jalan.

Aku mengangguk2kan kepala mendengar suara musik yang merdu lewat Earphone sambil tetap fokus membaca, lagi seru2nya nih. Aku melangkah menyebrangi jalan, tiba2 pembatas buku di novelku terbang tertiup kembali ke arah cafe itu, reflek aku membalikan badanku dan mengejar pembatas buku itu.

Hmm... Dapat.. Untung tidak kotor kataku sambil mengibas2kan pembatas bukuku..angin yang aneh, dari mana datangnya, angin berhembus kencang di tengah panasnya musim semi?
Ketika aku kembali berjalan, aku terkejut banyak orang mendekat Ke arahku, banyak yang memandangiku sambil mengeleng2kan kepala Mereka, aku melepas earphoneku, seorang ibu paru baya bertanya Apakah aku baik2 saja? Aku tidak mengerti, Ada apa ?

Lalu ibu itu bercerita tentang hal yang sampai kini tidak bakal aku Lupakan...

Ketika aku sedang asik membaca buku sambil mendengarkan ipod Kesayanganku sewaktu menyeberang jalan, dari arah jalan sebuah truk yang dikemudikan seorang supir yang ternyata mengantuk, melaju kencang kearahku, orang2 berteriak mengingatkanku, tapi Aku tidak mendengar,

sesaat sebelum terjadi tabrakan, aku berbalik dan berlari ... Untuk mengambil pembatas bukuku yang tertiup angin... Aku Bergidik... Tak Terasa air Mata mulai tumpah.. Aku tinggal selangkah lagi dari ajalku, tapi tiba2 Angin yang Tidak biasanya berhembus, berhembus untuk kemudian menerbangkan Pembatas Bukuku

Dan .. Menyelamatkanku. ...

Itu semua anugrah Allah untuk kamu, ibu itu berujar padaku, kakiku Terasa Tak kuat Menopang berat tubuhku, aku berlutut Dan mengucap syukur, seandainya Ibu Itu tidak Bercerita tentu aku tidak akan tahu kasih Tuhan kepadaku,

Dan aku sadar dalam hidupku, banyak sekali kasih Tuhan dinyatakan Tanpa Aku sadar Dan ketahui..... Aku kembali menangis

Perenungan :
Saudara, sering kali Kita lupa untuk mengucap syukur. Seringkali Ketika Kita melihat Keadaan Kita yang terpuruk, jatuh, miskin, terlantar, Kita lupa untuk Mengucap Syukur. Kita lupa bahwa tanpa perlindungan Tuhan, Kita pasti akan mengalami Kejadian yang Lebih parah dari yang Kita alami sekarang, tapi karena kasihNya, Kita Tidak mengalaminya.

Jangan lupa untuk selalu mengucap syukur untuk apapun dalam keadaan Apapun, karena Kita tahu sekarang Dia selalu bekerja, sadar atau tanpa Kita Sadari . Dan Yang pasti DIA TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN KITA,

Dan mari Kita JANGAN PERNAH TINGGALKAN DIA... MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL KARENA ITU YANG DIKEHENDAKI ALLAH BAGI KITA SEMUA

18 Januari 2010

..Sebab bagi DIA, tidak ada yang mustahil

Tut-tut!
Hmm.. ponselku bunyi, ada SMS masuk, pasti dari si Boss.

Wah lama aku gak dapet tugas dari si Boss, aku inget pas lagi asik-asik bengong tiba-tiba si Boss ngasih aku tugas buat ngasih tau Abraham biar cepet-cepet keluar dari Sodom dan Gomorah sebelum si Boss marah besar en ngobrak-ngabrik itu kota terkutuk.

Atau pas aku ditugasin ngomando angin buat ngebelah laut.

Atau disuruh-suruh tugas-tugas laennya yang gak kalah keren en dahsyat banget kayak kirim banjir besar, kirim tiang api, kirim tulah, perang pake pedang api. Keren-keren-kereeeeen abiis! Siapa dulu dong…. Boss-ku!!

Tut-tut…
Oh ya lupa..
pesennya belon dibaca..

“Gabriel.. turun ke bumi, cari seorang perawan muda bernama Maria di kota Nazareth, sampaikan padanya bahwa ia akan mengandung seorang bayi dan namai bayi itu Yesus” -pengirim: Boss.

Alaaaaah... Gampaaaang! Sudah sering aku disuruh nyampein kabar gembira bahwa seseorang bakalan punya anak. Dulu juga aku disuruh nyampein pesen buat Zakaria kalo dia bakalan punya anak di usia tuanya.

Oke deh, aku cabut dulu!



Hmm…, tapi tunggu, ada yang aneh!.
Aku buka lagi inbox hp-ku.

Hmmm... Seorang perawan muda? Perawan? Bagaimana caranya ia bisa mengandung? Apa ia punya suami?

Aah.. emang gue pikirin, si Boss kan Maha Kuasa, apa aja bisa DIA lakuin! Oke Boss! Cabuuut!

Tut-tut!

Nah lho pesen lagi.

“Gabriel… katakan pada Maria, jangan takut, AKU akan datang sebagai manusia melalui kandungannya untuk menyelamatkan dunia.” - pengirim: Boss.

Aku baca sekali lagi… salah baca kali, … emmmh… bener kok. Apa si Boss salah tulis gitu? Gak mungkin. Apa si Boss lagi gak ada kerjaan kali? Aku gak ngerti... Si Boss, Si Boss yang Maha Kuasa, Si Boss yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, si Boss yang mengatur waktu, planet, jagat raya, …Si Boss yang agung dan disembah dan dipuji seisi surga tiap saat, Si Boss yang mulia, yang… yang… aku gak tau harus ngomong apa lagi… Surga aja gak cukup buat nampung DIA, kini DIA mau menjelma menjadi seorang bayi?

Bayi! ..Bayi, man! Apa itu agak… mustahil?
Aku gak bisa bayangin Si Boss menangis…, mengompol…, menyusu…, dimandiin…, menggantungkan kesehatan dan keselamatannya pada seorang gadis muda yang gak tau apa-apa, yang lagi kesengsem ama si Yusuf. Wah-wah-wah… gimana kalo Maria tiba-tiba bete en ninggalin anaknya? Atau Si Yusufnya serong terus ninggalin Maria… bisa-bisa kacau!

Aku gak habis pikir, aku gak ngerti rencana “gila” si Boss ini. Apa aku SMS balik gitu ama si Boss... mungkin Dia lagi ngerjain aku kali! Mungkin aku lagi ada di acara reality show dimana aku jadi korban jail? Ahh.. aku gak berani nanya. Gimana entar aja deh!

Syut.. aku sampai di sebuah gubuk jelek di kota Nazareth. Gadis itu sedang tidur, elok memang tapi lugu banget! Dia bakalan jadi “ibu”-nya si Boss?

Aku melayang-layang menenangkan diri sebelum aku siap menyampaikan pesen itu. Aku masih berpikir itu mustahil… bukannya aku gak percaya si Boss bisa melakukannya… tapi aku masih ragu apa bener si Boss mau melakukannya?

Aku inget waktu sohibku si Lucifer tiba-tiba memberontak ama si Boss, Si Boss gak tanggung-tanggung ngusir dia abis-abisan gak ada ampun. Planet-planet ciptaanNya kalo ada yang gak sreg tinggal diancurin aja. Semua ciptaannya bisa IA ancurin en “daur ulang” kalo memang si Boss mau. Tapi... ada apa dengan manusia? Si Boss sangaaat mencintai ciptaan yang satu ini. Mau bandel segimana juga tetep diberkati en diampuni. Kalo hilang.. eh dicariiiii.. ampe ketemu. Sekarang DIA rela ninggalin statusnya sebagai Tuhan dan merendahkan diriNya menjadi seorang bayi… bahkan bayi miskin di gubuk tua, agar manusia diselamatkan.

Aku terharu, andai aku bisa seberharga itu.

Maria terkejut ketika melihat aku, keren kali ya sayapku... hehe. Aku sampaikan pesen dari si Boss buat dia. Dia tampak bingung… katanya: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”.

“…Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil!”, jawabku mantap. Sebenernya jawaban itu bukan cuman buat Maria, tetapi buat aku juga.


-from GFresh!

Perbesar visimu sobat


"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”
Yesaya 43:19


Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan ingin mencurahkan kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah Efesus 2:7. Tuhan ingin ini menjadi waktu yang terbaik dalam hidup Anda. Tetapi jika Anda mau menerima kemurahan ini, Anda harus memperbesar visi Anda. Anda tidak dapat terus berada dalam pikiran negatif, kalah, terbatas,… ‘Yah, aku akan maju sejauh karierku memberi kesempatan kepadaku. Atau, aku telah menghadapi masalah ini begitu lama; kukira itulah bagianku dalam kehidupan”…. Jika pikiran ini terus berada dalam pikiran Anda, Tuhan sulit mencurahkan kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah.

Sobat,…. hari ini Tuhan siap melakukan hal baru dalam kehidupan Anda. Mempromosikan Anda adalah sesuatu yang berkenan kepada-Nya; Ia ingin meningkatkan Anda, dan memberikan lebih banyak lagi kepada Anda. Tetapi perhatikanlah, Tuhan bertanya:” Belumkah kamu mengetahuinya?” Dengan kata lain, apakah Anda memberi ruang untukNya dalam pikiran Anda? Apakah Anda percaya pada peningkatan itu? Apakah Anda merencanakan untuk unggul dalam pekerjaan Anda? Apakah Anda mempercayai untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik? Menjadi pribadi yang lebih baik di mata Tuhan?

Sobat,….inilah saatnya untuk memperbesar visi Anda.

Berdoalah: Bapa, aku siap dan rela untuk mulai percaya kepadaMu demi memperoleh lebih banyak lagi hal-hal baik dalam kehidupanku. tolonglah aku untuk menyingkirkan sikap-sikap lama yang akan membatasi visiku dan menyebabkan pekerjaanMu terhambat dalamku. Aku akan percaya untuk hal-hal yang lebih baik akan terjadi di Tahun mendatang ini. Amin

Waktunya Bintang bercahaya

Ambilkan Bulan Bu
Ambilkan Bulan Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit, Bulan benderang
Cahyanya sampai ke Bintang

Tau kan lagu anak-anak di atas? Waktu kita kecil kita sangat senang dengan Bulan karena cahyanya benderang. Tapi tau enggak kalo lagu itu rancu? Bukan Bulan yang cahyanya sampe ke Bintang, justru sebaliknya, Bulan mendapatkan cahayanya tersebut dari Bintang, yakni matahari. Bulan tidak mempunyai cahayanya sendiri, ia hanya memantulkan cahaya matahari atau bintang ke bumi. Tetapi Bintang mempunyai cahayanya sendiri, termasuk matahari.

Pernahkah kamu menggelar tikar di lapangan luas pada malam hari dan tidur menatap langit penuh bintang? Sangat indah bukan? Coba kamu gelar tikar itu, pandangi langit sekali lagi, tapi kali ini di siang hari! Hasilnya pasti silau, en kamu cuman liat awan-awan doang. Lho.. bintangnya pada kemana? Apakah bintang-bintang tersebut hilang? Tidak kan? Kamu pasti percaya bahwa bintang-bintang itu masih pada tempatnya. Hanya saja tidak keliatan.

“..supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15 ).

Mungkin di antara kita ada yang komplen, kenapa sih Indonesia bahkan dunia ini makin hari makin kacau aja? Kapan sih Indonesia adem ayem tentrem? Kapan sih RT-RW kita adil makmur sejahtera? Kok, makin hari makin gelap aja!

Hey! Liat lagi kalimat terakhir tadi, “kok, makin hari makin gelap aja?”. Bukankah gelap itu adalah kesempatan buat bintang biar kelihatan bercahaya? Ayat diatas bilang kalo kita-kita inilah bintang-bintang yang bercahaya di tengah angkatan yang bengkok dan dunia yang makin gelap! So, jangan komplen kalo makin dunia gelap, karena itu kesempatan anak-anak Tuhan buat bisa mancarin cahayanya.

CARA HIDUP DI BUMI
Orang banyak pikir kita jadi terangnya Tuhan alias jadi bintang-bintangnya Tuhan itu cukup dengan cara berdoa, melayani Tuhan di gereja, memisahkan diri dari “dunia”, hidup “kudus” en suci, layaknya hidup di sorga. Ya, kadang kita tau “cara hidup di sorga”, tapi nggak tau “cara hidup di bumi”!Gimana emang cara hidup di bumi?"

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:13-16).

Yap. Berbuat baik agar orang memuliakan Bapa. Itulah cara hidup di bumi. Banyak orang berbuat baik. Sidharta Gautama berbuat baik, bahkan Britney Spears berbuat baik, tapi kita harus lebih dari berbuat baik karena 4 alasan:1. Karena kita cinta Tuhan, cinta jiwa-jiwa dan cinta tanah air.2. Agar orang melihat dan kemudian memuliakan Bapa di Sorga (Matius 5:16)3. Karena “..tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Tim 3:17)4. Karena “..jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17)5. Karena kita harus berbuat baik meskipun orang lain berbuat jahat kepada kita, “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” (Lukas 6:33).

Banyak orang berbuat baik, Sidharta Gautama berbuat baik bahkan Britney Spearspun berbuat baik, tapi anak-anak Tuhan tidak berbuat baik, itulah hal yang ironis. Dan tragis.

TENGOK
Masih ingat cerita orang Samaria yang menolong orang yang terluka? (Lukas 10:33-35). Atau cerita pemenang Nobel di atas? Atau perjalanan hidup Bunda Theresa?

Coba tengok sekeliling kita. Pernahkah kita ajak makan pengamen yang tiap siang berdiri depan pintu kos sambil menggenjreng gitar bututnya? Pernahkah kita memberi sesuatu yang lebih dari sekeping logam 100 perak sama pengemis yang selalu kita jumpai di depan gerbang kampus? Pernahkah kita turun dari sepeda motor, menutupi lubang-lubang di jalan agar orang tidak terjatuh, lalu berhenti mengomel tentang ketua RW kita yang nggak peduli sama jalanan? Pernahkah kita datang sama tetangga kita yang sakit dan mengantarkannya berobat? Pernahkah kita pergi ke rumah sakit dan menghibur orang yang dalam penderitaan? Pernahkah kita menghampiri tukang parkir di sekolah kita dan memberinya sekaleng kue untuk dia merayakan idul fitri dengan keluarganya?

Lupakanlah diri kita sendiri demi orang lain dan orang lain tidak akan melupakan kita. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12).

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9).

So, hari makin gelap. Waktunya Bintang bercahaya.