04 Februari 2009

Berapa Besar Kasih TUHAN dalam hidup anda yg anda ketahui??


Hari ini musim semi yang panas, aku sedang asik membaca novel Dan
Ditemani Ipod yang Mendendangkan lagu jazz favoritku,
disela- sela makan siangku di sebuah Cafe Di seberang Jalan kantorku.

Siang itu begitu panas, anginpun seakan-akan enggan bertiup. Ku perbesar
Volume musik yang aku dengar. hmm.. . Nikmatnya hidup ini..
Tak terasa waktu berlalu, waktu istirahatku usai,
Hmm lagi asik2nya membaca nih...
Sambil menaruh selembar uang $10 aku berjalan santai menyebrangi Jalan.

Aku mengangguk-anggukkan kepala mendengar suara musik yang merdu lewat
Earphone sambil tetap fokus membaca, lagi seru-serunya nih. Aku melangkah
Menyebrangi jalan, tiba2 pembatas buku di novelku terbang tertiup
Kembali ke arah cafe itu, reflek aku membalikan badanku Dan mengejar pembatas buku itu.
Hmm... Dapat..
Untung tidak kotor kataku sambil mengibas-ngibaskan pembatas Bukuku.. angin yang aneh, dari mana datangnya, angin berhembus
Kencang ditengah panasnya musim semi?

Ketika aku kembali berjalan, aku terkejut banyak orang mendekat
Ke arahku, banyak yang memandangiku sambil mengeleng-gelengkan kepala Mereka, aku melepas earphoneku, seorang ibu paru baya bertanya
" Apakah aku baik-baik saja? "
" Aku tidak mengerti, Ada apa ? "
Lalu ibu itu bercerita tentang hal yang sampai kini tidak bakal aku
Lupakan...

Ketika aku sedang asik membaca buku sambil mendengarkan ipod
Kesayanganku sewaktu menyeberang jalan,
dari arah jalan sebuah truk yang dikemudikan seorang supir yang ternyata mengantuk, melaju kencang kearahku, orang-orang berteriak mengingatkanku, tapi Aku tidak mendengar, sesaat sebelum terjadi tabrakan, aku berbalik dan berlari ...
Untuk mengambil pembatas bukuku yang tertiup angin...
Aku Bergidik...
Tak Terasa air Mata mulai tumpah..
Aku tinggal selangkah lagi dari ajalku, tapi Tiba2 Angin yang Tidak biasanya berhembus,
berhembus untuk kemudian menerbangkan Pembatas Bukuku
Dan .. Menyelamatkanku. ...

Itu semua anugrah Allah untuk kamu, ibu itu berujar padaku, kakiku Terasa Tak kuat Menopang berat tubuhku, aku berlutut Dan mengucap syukur, seandainya Ibu Itu tidak
Bercerita tentu aku tidak akan tahu kasih Tuhan kepadaku,

Dan aku sadar dalam hidupku, banyak sekali kasih Tuhan dinyatakan Tanpa Aku sadar Dan ketahui.....
Aku kembali menangis ...


Perenungan :
Saudara, sering kali Kita lupa untuk mengucap syukur.
Seringkali Ketika Kita melihat Keadaan Kita yang terpuruk, jatuh, miskin, terlantar,
Kita lupa untuk Mengucap Syukur.
Kita lupa bahwa tanpa perlindungan Tuhan, Kita pasti akan mengalami Kejadian yang Lebih parah dari yang Kita alami sekarang,
tapi karena kasihNya, Kita Tidak mengalaminya.

Jangan lupa untuk selalu mengucap syukur untuk apapun dalam keadaan
Apapun, karena Kita tahu sekarang Dia selalu bekerja,
sadar atau tanpa Kita Sadari . Dan Yang pasti
DIA TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN KITA,
Dan mari Kita JANGAN PERNAH TINGGALKAN DIA...
MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL KARENA ITU YANG DIKEHENDAKI ALLAH BAGI KITA SEMUA

27 Januari 2009

Bangun dari Tidurmu !!

Kali ini, kita akan sama-sama belajar mengenai 'Bangun dari tidurmu'

Ayat Pokok
Kisah Para Rasul 27 : 1-13
27:1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
27:2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
27:3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
27:4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
27:5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
27:6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
27:7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
27:9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
27:10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."
27:11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
27:12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
7:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

Suatu ketika Paulus beserta rombongannya sedang dalam pelayaran di daerah sekitar Italia. Karena banyak gelombang dan badai dalam pelayaran mereka, Paulus berucap, "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita." (ayat 10)

Rasul Paulus adalah seorang yang tidak memiliki pengalaman dalam hal perkapalan tapi ia mengungkapkan apa yang dia ketahui. Namun, Perwira kapal lebih percaya pada jurumudi dan nahkoda kapal daripada perkataan Paulus (ayat 11). Oleh karena itu, mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.

Dari sini apa yang kita bisa ambil sebagai pelajaran?
  • Belajarlah menangkap sinyal-sinyal rohani : walaupun Paulus tidak ahli dalam hal pelayaran dan kapal (dia hanya pernah menjadi tukang tenda) namun dia tahu banyal mengenai sinyal-sinyal surgawi. Dia adalah seorang Rasul yang diurapi Allah.

  • Hidup kita tidak didikte oleh keadaan : seringkali kita terpuruk akibat kita melihat keadaan sekitar kita dan mengambil keputusan dan keyakinan yang salah gara-gara keadaan tersebut. Kehidupan kita tidak cuma berdasarkan keadaan. Iman kita harus lebih bertahan terhadap keadaan dan fakta yang tidak baik sekalipun. Kita harus hidup berdasarkan apa yang kita imani bukan atas apa yang kita lihat.

  • Kalau Tuhan yang kasih tahu, pengetahuan dan keahlian kita di-nihil-kan : Paulus seorang yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kapal bisa 'mengalahkan' jurumudi dan nahkoda yang jelas-jelas memiliki pengalaman yang banyak dalam hal itu. Saat Tuhan memakai kita, Dia malah akan meniadakan keahlian dan pengetahuan kita sehingga apa yang bisa kita lakukan hanya karena Anugerah dan kasih karunia-Nya. Dia mau supaya kita mengandalkan Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri.

  • Tuhan tidak bekerja berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kita : Dia adalah Tuhan yang sanggup menyelami segala sesuatu dalam kehidupan ini.

  • Jangan anggap sepela perkara-perkara rohani : perkara jasmani diawali dari hal-hal yang rohani.

Yesaya 45:1-3

Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

Kita diajarkan untuk medahulukan perkara-perkara rohani. Dalam matius juga kita diajarkan untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua nya akan ditambahkan kepadamu. Tuhan yang mengetahui harta benda yang terpendam, Dia yang mengetahui harta kekayaan yang tersembunyi, dan DIA juga yang bisa menuntunmu dan membawamu ke tempat itu. Tuhan seringkali berbicara hal-hal yang tidak eksplisit nyata atau dalam perumpamaan, Mengapa? hal ini dimaksudkan agar hanya orang-orang yang bisa connect dengan Tuhan saja yang mengerti (Matius 13:13) Dia mau supaya kita lebih lagi memilki kepekaan dalam menangkap sinyal-sinyal rohani.

Terkadang kita hanya mencari sinyal-sinyal dari Tuhan saat kita sudah kepepet, kita cari Tuhan kalau sudah datang masalah yang bertumpuk. Bukan demikian!! Latihan terbaik adalah bukan ketika waktu berperang. Waktu kita berperang kita sudah tidak ada waktu lagi untuk berlatih.

Dalam Keluaran 14:10-14,

Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Bangsa Israel memiliki konsep yang salah, saat mereka menghadapi masalah mereka berpikir kalau mereka pasti akan mati. Mereka ketakutan hanya karena melihat masalah. Tapi berbeda dengan Musa, dia sama-sama berada dalam keadaan itu, dia sama-sama menghadapi masalah yang terjadi di bangsa Israel namun dia tidak memilki konsep kematian. Malahan dia berani berkata bahwa Allah telah menyediakan jalan keluar bagi masalah itu. Itulah konsep yang harus kita miliki juga. Dalam hal apapun, saat situasi masih krisis tetapi jalan keluar pasti DIA sediakan. Amin. Lalu sebenarnya apa yang kita butuhkan? Kita harus bangun dari tidur!

Baca Zakharia 4:1-2

Datanglah kembali malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannyalah aku seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.

Pada saat itu, sedang apakah Zakharia? sedang tidur atau sedang terjaga? Jawabnya adalah sedang terjaga karena di ayat 1 jelas dikatakan bahwa ..seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. Lalu sebenernya yang tidur siapa? dia adalah roh dari Zakharia. Ada orang yang secara jasmani bangun dan terjaga tapi rohnya tertidur. Ini hal yang dialami Zakharia kali itu.

Apa yang dilihatnya? ada kandil dari emas, ada tempat minyak, dsb. pertanyaannya adalah apakah hal-hal yang dilihat itu sebelumnya sudah ada? yap, sebelumnya hal-hal itu sudah ada namun roh zakharia tidur dan tidak melihat hal-hal itu. Oleh karena itu, jalan keluar dari masalah pun demikian. Jalan keluar itu sudah ada saat masalah itu ada. Namun, yang seringkali terjadi adalah roh kita yang tertidur sehingga kita tidak melihat jalan keluar itu. Jalan keluar di tengah-tengah krisis dan masalah telah TUHAN sediakan hanya saja masalahnya sekarang adalah kita melihatnya atau tidak?

ingat, BERKAT ada di atas kepala orang benar (Amsal 10:6) So? kalau kita termasuk orang benar maka kita tidak perlu kuatir akan adanya masalah karena BerkatNya ada di atas kepala kita untuk membawa kita MENANG atas setiap masalah.

22 Januari 2009

Ada Apa Dengan CINTA?

Tuhan pernah menegor jemaat EFESUS dalam kitab Wahyu karena mereka telah meninggalkan KASIH yang mula-mula. Bicara tentang kasih kita bisa banyak belajar dalam 1 Korintus 13.
Mengapa kita bisa kehilangan kasih yang mula-mula? Jawabannya adalah karena kita lebih mementingkan aktivitas ketimbang membangun hubungan. Lihat saja jemaat Efesus mereka bukannya tidak melakukan banyak hal yang bisa dikatakan sebagai pelayanan. Namun, Tuhan tetap menegor mereka telah kehilangan kasih mula-mula.

Contoh lain yang sangat menyatakan perbedaan itu adalah kisah Maria dan Marta. Maria memilih untuk duduk di bawah kaki Yesus dan mendengarkan apa yang dikatakan DIA sedangkan Marta menyibukkan dirinya dengan berbagai-bagai kegiatan. Ini mencerminkan bahwa kasih mula-mula lebih mengutamakan membangun hubungan bukan sekedar beraktivitas banyak dalam pelayanan.

Dalam 1 Korintus 13 : 1-2
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Bagian ini merupakan prolog dari sebuah tulisan Paulus kepada jemaat di Korintus mengenai KASIH. Gereja (baca: orang percaya) bisa saja memiliki banyak karunia-karuni yang luar biasa seperti dikatakan dalam ayat 1 dan 2 namun hal tersebut tidak berguna sama sekali jika tidak adanya KASIH.

Mungkin pertanyaan yang timbul dalam hati kita adalah "Apakah mungkin orang percaya bisa memiliki karunia tapi tidak mempunyai kasih?" Yaps, Karunia dapat dimiliki orang percaya karena itu pemberian Tuhan sedangkan kasih merupakan Karakter, jadi sangatlah mungkin terjadi orang yang memilki karunia tapi tidak memiliki kasih. Dasar pelayanan seharusnya dengan kasih bukan atas yang lain, dan itu hanya bisa diketahui oleh yang bersangkutan dan Tuhan.

1 Korintus 13 : 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Pemberian yang dilakukan juga bisa tanpa kasih, contoh: memberi kepada pengemis

1 Korintus 13 : 4-7
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih itu SABAR..kapan kita tahu kalau kita memilki kasih? Jawabnya adalah kalau kita SABAR. dan kapan kita tahu bahwa kita ini orang sabar atau tidak kalau kita tidak pernah ada yang menguji kesabaran kita. Berbahagialah kalau kita diuji dalam berbagai hal mengenai kesabaran ini.

1 Korintus 13 : 8-13
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Ketika kasih terus-menerus bekerja dalan hidup kita maka akan ada pertumbuhan menjadi gereja (baca: orang percaya) yang dewasa...Mari kita bertumbuh dalam pengenalan akan DIA karena DIA yang menjanjikannya Setia. Amin

Karakter yang Dewasa

Hal yang mau dibahas kali ini adalah tentang karakter yang dewasa.
Dalam 1 Petrus 1 : 6-7 dikatakan bahwa
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Pencobaan yang terjadi dalam hidup kita adalah salah satu dari maksud pemurnian iman kita sendiri. Di saat krisi mulai melanda, kita harus memiliki mental yang tahan uji. Tahan uji disini dimaksudkan sebagai karakter yang dewasa dan berintegritas. Anak-anak Tuhan harus memiliki karakter tersebut.

Tuhan adalah Tuhan yang tidak mempedulikan penampilan luar tetapi DIA lebih mengutamakan KARAKTER. Bagaimana dengan karakter kita semua? Allah mempersiapkan kita untuk maksud kekelana dan bukan hanya untuk dunia yang fana ini saja. Oleh karenanya, DIA mengijinkan banyak hal yang terkadang mencobai kita dan terjadi di bumi ini hanya untuk membentuk karakter kita. DIA menginginkan kita memiliki karakter-karakter seperti KRISTUS.

Sebenarnya, hanya ada tiga sumber masalah, yaitu:
  1. Diri kita sendiri : kita terjebak dengan hawa nafsu dan keinginan sehingga terjadi banyak hal-hal yang dikatakan sebagai pencobaan. Sumber ini merupakan sumber TERBESAR dalam penyebab masalah.

  2. Dunia : ingat bahwa dunia ini ada di bawah hukum dosa sehingga akan ada banyak masalah juga yang terjadi akibat dunia ini.

  3. Setan : penyebab lainnya adalah pekerjaan Iblis.

Nah, Jika kita tau bahwa ada banyak masalah yang berpotensi untuk menggugurkan iman kita, maka kita harus berupaya untuk tidak mengalami hal itu. Allah ingin sekali menggarap banyak hal dalam diri kita masing-masing supaya visi-Nya tergenapi dalam setiap kehidupan kita. Apa saja yang ingin Allah garap dan kerjakan untuk menjadikan kita tahan uji?

  • KARAKTER : ini adalah yang utama, karakter berbeda dengan karunia (lihat tulisan saya sebelumnya)

  • INTIMACY (Keintiman) : Dia Tuhan yang menginginkan kita memiliki hubungan yang erat dengan-Nya.

  • KEMULIAAN : Dia menginginkan kita semua memancarkan terang kemuliaan-Nya.

  • Supaya kita menghasilkab BUAH.

  • Berbelas kasihan : belas kasihan ini muncul karena kita pernah mengalami sesuatu dan telah dipulihkan dari hal itu.

Kasih Tuhan memang tidak bersyarat, namun untuk berkat-Nya itu ada syarat. Seringkali kita memiliki reaksi yang kurang tepat dalam menghadapi masalah.

  1. Mengamuk or Mengeluh : reaksi ini adalah reaksi yang tidak jarang kita jumpai dalam kehidupan. Terkadang kita paling susah untuk urusan pembentukan karakter. Kita pengen masalah itu berhenti dan selesai seketika, namun itulah maksud pemurnian iman.

  2. Menyalahkan Orang Lain : tidak jarang juga saat masalah terjadi, reaksi kita adalah menyalahkan orang lain, alis mencari kambing hitam, bahkan tidak jarang juga TUHAN dijadikan kambing hitam dan disalahkan atas masalah itu. Yakobus 2 : 12 berkata "Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." Penghakiman yang tidak berbelas kasihan akan berlaku atas orang-orang yang tidak ebrbelaskasihan juga. dan satu hal yang harus dipahami adalah BELAS KASIHAN akan menang atas penghakiman.

  3. "Ya sudah saya akan hadapi masalah ini" : Bapa mengijinkan proses terjadi hingga DIA membantu tepat pada waktu-Nya. Tidak ada jalan pintas selain mendengar dan mentaati-Nya.

Pendewasaan karakter dan pemurnian iman akan membuat kita semakin kokoh dalam mengahdapi berbagai masalah dan krisis sekalipun. Tuhan memberkati kita semua.. Amin

09 Januari 2009

Evaluasi


Hai guys..gw mau share about evaluasi..

Ga kerasa khan kita dah melewati tahun 2008, tahun yang mungkin dipenuhi dengan berbagai keceriaan, berbagai kesusahan, canda tawa, tangis haru, maupun sejuta kenangan. but itu semua dah kita lalui kawan..ada satu hal yang harus kita pelajari, yang harus kita evaluasi yaitu setiap pengalaman-pengalaman kita yang sudah kita alami.

Kata bijak mengatakan "Pengalaman adalah guru yang baik" tapi yang seharusnya adalah "Pengalaman yang dievaluasi-lah baru menjadi guru yang baik" karena itu bisa memberikan banyak hal positif untuk kita maknai dalam hidup.

Metode yang baik dalam melakukan evaluasi adalah dengan cara menjawab pertanyaan, "the power of questions". Apa saja yang perlu kita evaluasi dari semua pengalaman-pengalaman kita di tahun 2008?


  1. Kerohanian kita : ini adalah hal pokok dalam kehidupan. Bagaimana kondisi kerohanian kita selama tahun 2008? Bagaimana kemajuan iman, pengharapan, dan kasih kita di tahun kemaren? Bagaimana tindakan dan pelayanan kita? Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Seberapa kita intim bersekutu dengan dia? dan seberapa kita membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan? Dari berbagai pertanyaan itu bisa kita jawab satu per satu dan kita bisa menerima pengajaran yang baik dari pengalaman kita.

  2. Hubungan dengan Keluarga : kedua adalah keluarga kita. Mereka adalah bagian terdekat yang seharusnya dengan mereka kita banyak menghabiskan waktu. Mereka adalah orang-orang yang seharusnya mengambil banyak bagian dalam porsi kehidupan kita. Bagaimana dengan hubunganmu dan keluarga selama tahun 2008?

  3. Pekerjaan dan Pelayanan : aspek yang lainnya adalah pekerjaan dan pelayanan. Masing-masing kita dipercayakan Tuhan untuk mengemban sebuah misi pelayanan dalam berbagai bidang, entah di sektor rohani maupun di sektor bisnis. Kita harus menjadi teladan dalam hal-hal yang baik di lingkungan pekerjaan dan pelayanan kita. Seberapa banyak teladan baik yang kita tularkan di lingkungan kita?

Ya, dari sekian banyak pertanyaan tersebut dapat dikembangkan menjadi pokok-pokok yang ingin kita alamai di tahun 2009 ini. Tentunya, kemajuan yang harus terjadi di tahun 2009 ini.

Tuhan Yesus sendiri menggunakan kuasa dari pertanyaan-pertanyaan ini loh, ini dia contohnya.


Yohanes 1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"

Pertanyaaan yang sama juga ditujukan kepada kita semua "Apakah yang kamu cari?" Apakah yang ingin kita dapatkan di tahun 2009 ini? apakah yang hendak kita kejar dan kita raih di tahun ini? Tanpa adanya tujuan yang jelas kita akan asal-asalan dalam melangkah dan menjalani hidup. Oleh karena itu, tetapkan target dan fokuslah pada tujuan itu. Allah mau setiap kita menjadi orang-orang yang hidup karena adanya tujuan, bukan sekedar mengikuti jalan air.

Yohanes 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."


Yesus pun bertanya hal yang sama saat Dia dan ibuNya berada di sebuah perjamuan kawin di Kana.


Dia juga bertanya kepada kita semua "Mau apakah engkau dari pada-Ku?" Dia yang sanggup menambahkan hikmat kepada orang yang kurang hikmat, Dia yang sanggup memberikan penglihatankepada mereka yang buta, Dia yang sanggup memberikan kelepasan bagi mereka yang terikat. Mau apakah kita dari Tuhan?


Setidaknya ada 3 hal yang membuat hidup kita akan menjadi lebih bermakna dibandingkan hidup kita di tahun 2008 yang lalu.


  • MENGENALI : kita harus mampu mengenali hal-hal yang harus diubah dalam diri kita. Melalui apa kita tahu? dari hasil menjawab pertanyaan-pertanyaan. Kita bisa tau kelemahan-kelemahan kita selama tahun 2008

  • MENGAKUI : setelah kita mengenali apa saja yang perlu kita ubah, maka kita perlu melanjutkannya dengan mengakui bahwa memang ada hal-hal yang harus kita ubah, memang ada hal-hal yang harus kita tinggalkan, harus kita buang.

  • MENDEKLARASIKAN PERUBAHAN : Hal yang ketiga adalah mendeklarasikan perubahan. Kita perlu menyatakan bahwa kita harus berubah, mungkin kita bisa meminta bantuan kepada keluarga kita untuk mengingatkan kita saat kita sudah muali keluar dari konteks perubahan itu.

Yuks.. kita buat hidup kita di tahun 2009 ini menjadi sesuatu yang berbeda signifikan dari tahun 2008 kemaren. PERUBAHAN yang signifikan akan membawa hal yang kita terima menjadi signifikan juga. Tuhan Yesus memberkati.

07 Januari 2009

Resep Tahun Baru

Hai guys..gw dapet kata-kata ini dari sebuah pembatas buku:

Resep Tahun Baru

Ambil dua belas bulan penuh.
Bersihkan bulan-bulan itu secara menyeluruh dari kebencian, kepahitan, iri hati.
Bagi setiap bulan menjadi 28, 30, atau 31 potongan hari.
Aduk samapai rata ke dalam setiap hari, tambahkan sepotong iman, sepotong kesabaran, sepotong kebaikan, dan sepotong pekerjaan.

Campurkan dengan secuplik doa, seraup renungan, dan sebutir perbuatan baik.
Bubuhi semuanya dengan sepercik kelakar dan secangkir humor yang sehat.
Tuangkan dalam bejana kasih.
Masak secara sempurna di atas pancaran sukacita.
Hiasi dengan senyuman, layani dengan keceriaan, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Anda pasti akan menikmati tahun baru ini yang membahagiakan..

12 Desember 2008

10 Kualitas Pribadi

Mari kita belajar bersama menjadi Pribadi yang disukai.

Ketulusan
menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi . Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu , ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Rendah hati
beda dengan rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Kesetiaan
sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Bersikap positif
selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan
karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tetapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia dapat mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab
dia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya diri
memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik .

Kebesaran jiwa
dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy going
orang yang menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan tertekan dengan masalah-masalah yang berada di luar kendalinya.

Empati
adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tetapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

-- dari email teman--

11 Desember 2008

SEMANGKA

Ada seorang pelayan yang mengabdi kepada tuannya dengan segenap hati,bekerja dengan giat dan selalu menyenangkan hati tuannya.. Tuannya sangat sayang pada sang pelayan.
dia ingin menguji sekaligus memberikan hadiahkepada pelayan setia itu dengan barang-barang berharga seperti emas dan intan, tetapi dimasukkan dalam buah semangka...,

Tuannya berkata, hai pelayan yang setia karena jerih payahmu aku berikan engkau hadiah sebuah semangka.... sang pelayan yang tidak tahu bahwa didalam semangka itu terdapat emas dan intan menjadi sangat kecewa.. dia merasa diperlakukan semena-mena oleh tuannya, jerih payahnya tidakdihargai...

Dia pulang dengan wajah sedih dan bersungut-sungut dan menyesal...Mengapa saya harus bekerja giat kalau hanya mendapatkan bayaransemangka... dalam kesedihan dan perjalanan pulang kerumah ..

DIA BERFIKIR DARIPADA HANYA MEMBAWA SEBUAH SEMANGKA LEBIH BAIK KUTUKAR DENGAN NASI SATU BUNGKUS DAN TEH SATU GELAS ...DAN AKHIRNYA DIA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN APA-APA SELAIN KEKECEWAAN, BERSUNGUT-SUNGUT DAN KEMARAHAN

Justru orang yang tidak tahu ( penjual nasi) mendapatkan rejeki nomplok karena semangka tersebut berisi emas dan intan...

Sahabat,
Kadang kita merasa bahwa kita sudah memberikan yang terbaik dalam tugas dan tanggungjawab kita..
tetapi apa yang kita dapatkan sepertinya tidak sesuai dengan jerih lelah kita..
bahkan mendapat masalah..

tapi tunggu dulu !!!
Jangan jangan TUHAN SEDANG MEMBUNGKUS HADIAH ITU dengan kertas kado yang namanya Masalah dan Tekanan....sebenarnya kita tinggal selangkah lagi mendapatkan hadiah itu.. tetapi kita keburu menyerah dan menukarnya dengan hal-hal yang tidak berarti.....

(bersungut-sungut, putus asa,bila lebih parah lagi bisa menyalahkan orang disekitar kita.. bahkan TUHAN...)

Jadi kalau anda mendapatkan KADO yang tidak menyenangkan ingatlah...jangan-jangan dibalik itu ada intan dan berlian...!!! atau anda kecewa selamanya...

Selamat menikmati hari-harimu ....
Selamat Membuka Kado .....
Semoga hari ini menyenangkan...

GBU all

25 November 2008

Citra vs Realita

(berikut ini adalah hasil ringkasan dari kotbah Minggu yang disampaikan Pdt. Yohanes di gerejaku pas hari Minggu 23 November kemaren).

di hari-hari ini, banyak sekali kita lihat poster-poster dan gambar-gambar para calon anggota legislatif..pada calon anggota DPRD, maupun para calon bupati or walikota..jika kita perhatikan dengan seksama, foto dan gambar mereka semua menampilkan citra yang baik..

Senyum, muka yang berseri, slogan-slogan yang berisi muatan yang positif untuk membantu rakyat dan memperjuangkan nasib rakyat kecil. Bahkan tak jarang disertai janji-janji program yang bisa dibilang "ampuh" menurut mereka.

Namun, apa yang akan jadi kenyataan saat mereka telah duduk di posisi tersebut? mereka tak jarang bahkan terlampau sering melupakan apa yang telah mereka janjikan dan apa yang telah menjadi citra mereka. Itulah yang dinamakan citra, terkadang berbeda jauh dengan realita.

Begitu pula dengan kehidupan kita.

Ada dua jenis orang percaya yaitu orang percaya hanya sekedar 'CITRA' dan orang percaya yang 'REALITA'.

apakah itu?

sebelum membahas lebih lanjut yuks kita sama2 baca ayat Alkitab yang ada di dalam Matius 7 : 24-27 dan Lukas 6:46-49

Matius 7:24-27
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Lukas 6:46-49
6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
6:47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--,
6:48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Nah, dari ayat di atas saja kita sudah jelas bisa membedakan mana yang tadi disebut CITRA dan mana yang disebut REALITA. Citra hanya mementingkan penampilan luarnya saja sedangkan Realita lebih dari itu.

Kehidupan kita diibaratkan dengan proses membangun sebuah rumah, jika kita amati adalah sebuah hal yang membutuhkan waktu lama saat mulai membangun sebuah pondasi. pembangunan pondasi ini membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan untuk menjamin kekuatan bangunan yang didirikan. Tahapan mendirikan bangunan bisa lebih cepat dilakukan ketimbang membuat pondasi. Oleh karena itu, proses ini merupakan proses kunci untuk kokohnya bangunan.

Kehidupan yang diberi pondasi yang benar akan memberikan kekuatan yang kentara jika dibandingkan dengan kehiudpan tanpa pondasi yang benar. Pondasi hidup kita semesti nya YESUS sendiri yang merupakan Batu Penjuru kita. Dia lah pondasi dari keseluruhan hidup kita.

Ibarat sebuah pohon, Akar lah yang memegang peranan penting dalam hidupnya. Akar merupakan pondasinya!! walaupun pohon itu memilki daun atau bunga yang indah namun tetap saja akar yang memegang peranan penting. Akarlah yang menentukan seberapa kuat pohon itu bertahan mengalami terpaan angin maupun hujan.

Yuks periksa pondasi kita..periksa akar dari kehidupan kita..Masihkan akar kita kokoh? masihkan pondasi kita benar?

Tetaplah berlari! (a letter from God)


AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu.Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akanmenyerah?
Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu,
tapi, anakKu, kuatkan hatimu.


Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu.
Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak,
ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah.
Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali.
Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju.


Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuanyang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.
Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu.
Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya,
hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan.
Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu.
Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.
Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat.

Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang.
Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara.Di mataKu,
seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerahterhadap kegagalan,
yang mau bangkit setiap kali ia jatuh.

Karena itu,jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil disepanjang jalanmu.
Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri.
Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.Ketika pertandingan dimulai,Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion.
Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan.
Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara.
Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal.
Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah.
Kau bukan bertanding atas kemauan mereka.
Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka.Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu.
Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan.

Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki.
Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisamencapai garis finish dengan gemilang.Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.



Yang mengasihimu,



Ayahmu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu

26 September 2008

Karunia (Kharisma) vs Karakter

Haii teman-teman..kali ini aku mau tulis ttg hasil sharing kita pas komsel kemaren (25 Sept 08)..Temen kita yang membawakan nya adalah Lisrina..dia beri topik Karunia vs Karakter..
Di awal pembahasan, kita berdiskusi apa sih bedanya karunia dan karakter? dan diperoleh perbedaan dari keduanya..Karunia adalah pemberian TUHAN yang kita peroleh dari lahir dan itu sifatnya instan karena memang sepenuhnya pemberian Tuhan sedngkan karakter adalah hasil dari suatu proses..karakter membutuhkan waktu..
Nah seringkali dalam hidup kita, kita selalu meminta apa yang namanya karunia kepada Tuhan dan kita cenderung mengesampingkan yang namanya karakter ini..

Mengapa karakter itu sangat penting? karena kalau kita hanya mengandalkan karunia saja dan kita tidak memiliki karakter yang baik maka hasil nya kita bisa terjatuh. Mau tau contoh yang ada di Alkitab? Salomo dan Samson mereka adalah dua tokoh Alkitab yang bisa kita tahu bahwa mereka memiliki karunia yang luar biasa..Salomo berkarunia dalam perkataan-perkataan hikmat yang Sungguh hebat sehingga ada kitab tulisan dia yaitu AMSAL dan juga PENGKHOTBAH yang memuat banyak sekali kata-kata bijak dan hikmat..tapi apa yang terjadi? Salomo jatuh dalam dosa perzinahan dengan istri-istri dan selir2nya yang sangat banyak..Untuk samson, dia sedari dalam perut ibunya sudah diberi karunia yang luar biasa, namun alhasil dia sempat jatuh juga..Ini berarti Karunia saja tidak cukup membuat kita tetap kuat dan bertahan untuk tidak jatuh dalam dosa..kita butuh yang namanya KARAKTER..

Oke kita bahas apakah itu namanya KARAKTER? Karakter merupakan hasil akhir dari suatu proses panjang, yang jika boleh diringkas menjadi sbb. dari HATI kita kita mulai melakukan sesuatu yang namanya PIKIRAN yang kemudian diwujud nyatakan dalam sebuah TINDAKAN. Tindakan-tindakan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi KEBIASAAN dan pada ujungnya akan membuahkan yang namanya KARAKTER.. Yaps, itu lah proses pembentukan karakter..
Lalu bagaimana supaya kita bisa memiliki karakter yang baik??
Ada 4 hal yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu:
  1. Perubahan Pola Pikir - Dalam Roma 12:2 jelas dikatakan bahwa kita harus melakukan yang namanya pembaharuan budi..pembaharuan pola pikir..supaya apa? supaya kita semakin serupa dengan Allah..
  2. Rela Ditegur - Teguran yang kita terima mendatangkan didikan dan berkat bagi kita, oleh karena itu jika kita mendapat teguran maka seharusnya kita berbahagia karena itu adalah proses pembentukan karakter kita :)
  3. Disiplin Rohani - Latihan badani terbatas gunanya tetapi Ibadah itu mengandung janji baik untuk kehidupan hari ini maupun untuk hidup yang akan datang, oleh karena itu jika karakter kita mau bertumbuh ke arah yang baik, janganlah kita menjauih pertemuan-pertemuan ibadah..justru kita harus semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin mendekat..
  4. Lingkungan yang baik - Dalam 1 Korintus 15:33 jelas tertulis bahwa "Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" dan ini jelas terbukti.

So, jika kita ingin memiliki karakter yang baik..marilah kita mulai memperhatikan keempat hal tersebut. Satu contoh dari Alkitab yang sangat baik karakternya adalah YUSUF..siapa sih dari kita yang tidak kenal ma tokoh YUSUF ini?? dia sudah banyak mengalamai proses kehidupan dan dia menjalaninya dengan tetap bersyukur pada Tuhan tanpa sempat mengeluh atas segala kejahatan yang dilakukan kepadanya..dan hasilnya apa? dia bahkan diangkat begitu tinggi dengan kedudukan hampir setara dengan Firaun..mengapa? karena selain dia memiliki karunia dia tidak mengabaikan karakter..Karakte yang dia miliki sangat luar biasa..Hal ini terbukti saat saudara2 nya datang mengunjungi dia ketika terjadi kelaparan besar..apa yang Yusuf katakan kepada sodara2nya?

"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."

Yaps, itu yang harus kita imani dan lakukan..walaupun mungkin banyak kejahatan dan ketidak adilan yang terjadi dalam hidup kita..tapi percaya lah bahwa ALLAH sanggup mengubah semua nya itu menjadi sesuatu KEBAIKAN bagi kita..Amin

- Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan RencanaNya -

23 September 2008

Berkat Tuhan dalam setiap masalah

sebuah pujian yang teringat saat aku dapet kabar sukacita:

Kasih setia Mu yang ku rasakan
Lebih tinggi dari langit biru..
Kebaikan Mu yang tlah Kau nyatakan
lebih dalam dari lautan..

Berkat Mu yang telah ku terima..
sempat membuat ku terpesona..
apa yang tak pernah ku pikirkan
itu yang Kau sdiakan bagiku..

Siapakah aku ini Tuhan..
jadi biji mata-Mu..
dengan apakah ku balas Tuhan
selain puji dan sembah Kau..

Yaps, benar. yang namaNya berkat Tuhan terkadang mengejutkan kita..
Berkat Tuhan selalu mendatangkan sukacita di balik semua nya..
Berkat Tuhan -lah yang menjadikan kaya..
susah payah tidak menambahinya..

amin

19 September 2008

Setia dalam perkara kecil

Hai guys..pas komsel kemaren (18 September 2008) kita sama-sama membahas tentang setia dalam perkara kecil ato dengan kata lain tidak menyepelekan perkara-perkara yang keliatannya kecil (Bagian dari Alkitab yang dibahas adalah perumpamaan tentang talenta di dalam Matius 25).. Kita dibagi dalam 2 kelompok untuk mencatat kira-kira hal-hal apa saja yang bisa atau sering kita sepelekan. Nah berikut hal-hal yang tercatat pas waktu itu:
  1. Pekerjaan: menunda-nunda pekerjaan
  2. On time : terkadang sering menyepelekan untuk on time
  3. Persiapan melakukan sesuatu
  4. Bangun tidur pagi-pagi
  5. jam tidur
  6. Mandi (??) : ada juga nih yang menyepelekan mandi
  7. Peraturan
  8. Nasihat orang tua / orang laen
  9. Kesehatan : misalnya ga pernah banyak minum air putih, jarang olahraga..
  10. menaruh barang asal-asalan

Nah dari situ, karena menyepelekan hal-hal kecil adalah sebuah aktivitas atau kegiatan maka tentunya dah pasti ada solusinya untuk masing-masing kasus..akhirnya dibicarakan lah solusi nya masing-masing..

  1. Pekerjaan: buat prioritas, buat schedule dan dateline untuk masing2 tugas
  2. On time : perlu DIHUKUM
  3. Persiapan melakukan sesuatu : "segala sesuatu akan menghasilkan yang lebih baik jika dipersiapkan"
  4. Bangun tidur pagi-pagi : bisa coba dengan banyak alarm dengan jeda waktu, bisa juga dengan minta temen yang serumah utk membangunkan, atau tetapkan diri untuk bersaat teduh di pagi hari ^^
  5. jam tidur : biasakan punya waktu maksimal saya harus sudah tidur, atau miliki kemauan untuk tidur cukup
  6. Mandi (??) : punya jadwal waktu mandi, nyadar diri aja deh !!
  7. Peraturan : perlu yang namanya HUKUMAN
  8. Nasihat orang tua / orang laen : "Pengalaman adalah guru yang berharga"
  9. Kesehatan : "Rajin-rajin olahraga, makan yang teratur"
  10. menaruh barang asal-asalan : "klasifikasi kan tempat nyimpan barangnya"
  11. Kepercayaan : " kalo mau selalu dipercaya orang kita harus bisa menunjukkan bahwa kita bisa dipercaya"

Nah dari situ, kita bisa belajar bahwa setiap hal yang masih kita sepelekan ternyata ada solusinya khan..so jangan menyerah jika terkadang kita masih sering menyepelekan hal-hal tersebut..kita masih bisa meninggalkan kebiasaan tersebut..

Yang pasti butuh yang namanya KEDISIPLINAN DIRI..Yaps itu point penting di komsel (COOL) pada kamis kemaren guys ^^

GBU all

01 September 2008

TEKUN


Ibrani 10:32-29

10:32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,

10:33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.

10:34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.

10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.

10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.


Setiap kita pernah mengalami apa yang namanya kasih mula-mula..saat-saat pertama kita jatuh cinta.. disitu kita akan merasa apapun yang terjadi aku sanggup melaluinya.Ya itulah yang terjadi, kita sanggup berkorban apapun demi sesuatu ataupun seseorang yang kita cintai..apalagi saat kita pertama lahir baru..


Melalui Ibrani ini, kita diingatkan untuk mengingat masa yang lalu..masa-masa dimana kita mencintai TUHAN pertama kali..masa-masa dimana kita mengalami apa yang dinamakan kasih mula-mula..Mengapa? karena terkadang kasih kita mulai pudar seiring berjalannya waktu..kita tidak lagi mau berkorban dan mempertahankan sesuatu yang telah kita peroleh..bahkan di ayat 35 dikatakan ada orang yang sampai melepaskan kepercayaannya..


Nah oleh karena itu apa yang harus kita lakukan? kita perlu TEKUN (ayat 36)..Kita akan cari tahu lebih lagi apa saja yang perlu terkandung dalam ketekunan itu?


  1. PENGHARAPAN : dalam ayat 36 "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu"..kita bisa tekun saat kita memiliki pengharapan, terkadang kita menjadi putus asa (tidak punya pengharapan) dan disitulah kita mulai tidak tekun. Milikilah pengharapan di dalam TUHAN. karena dia selalu memberikan janji yang selalu ditepati :)

  2. Miliki sikap hidup bahwa WAKTU nya TIDAK LAMA LAGI : dalam ayat 37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya." yang dimaksud kan adalah kita harus memiliki sikap bahwa seakan-akan waktunya tidak lama lagi..Saat kita berasumsi bahwa waktu kita masih sangat lama maka kita cenderung untuk bermalas-malasan dan tidak memberikan semua yang terbaik dalam diri kita. kita cenderung terbuai oleh keadaan dan akhirnya kita tidak lagi tekun. Seseorang akan memberikan kapasitas yang lebih saat waktunya dipersingkat karena itu akan memacu kinerja kita..Oleh karena itu, milikilah sikap hidup bahwa waktunya tinggal sedikit lagi.. :)

  3. HIDUP oleh IMAN (ayat 38): kita terkadang lebih fokus terhadap apa yang kelihatan dan itu tidak jarang melemahkan iman kita..Firman Tuhan berkata bahwa orang benar akan hidup oleh iman bukan oleh kenyataan!! Iman lah yang sanggup mengubah kenyataan walaupun kenyataan itu sangat pahit. Miliki lah dan teruslah kembangkan imanmu sehari demi sehari sehingga kamu akan merasakah bahwa benar apa yang Firman Tuhan katakan: Orang benar akan hidup oleh Iman, sebab tanpa iman, kita tidak berkenan di hadapan Allah.

  4. TIDAK MENGUNDURKAN DIRI, dalam artian kita tidak hanya mementingkan diri kita sendiri: mengapa seseorang dapat mengundurkan diri? coba tanya alasannya.. Pasti karena ada sesuatu dalam diri mereka..mereka merasa kurang dihormati, kurang dihargai, kurang diperhatikan, dll. Intinya adalah DIRI MEREKA.. tak jarang kita lebih mementingkan keegoisan kita..mulai sekarang kita harus lebih mementingkan TUHAN, lebih menyenangkan hati DIA. hingga kita melihat segala sesuatunya berjalan BAIK.

Tekunlah.. Allah kita adalah Allah yang tekun..YESUS tekun memikul salibnya dan menanggung semua bantahan dan caci maki dari orang-orang berdosa demi kita. So, kita juga harus tekun dalam setiap hal yang kita hadapi.. Jesus loves you, guys :)


- medio 31 Ags 08 -

20 Agustus 2008

Jangan Kamu Kuatir !!


Mat 6:25-34. Pada awal pelayanan Tuhan Yesus, Ia mulai mengajar. Didalam Mat 5,6,7 adalah kotbah Yesus di bukit. Didalam Mat 6:25-34 ini, Yesus mengajarkan lebih dari empat kali supaya kita tidak kuatir. Mengapa? Itu berarti banyak orang kuatir.

Kuatir itu bukan berasal dari Allah.

Kuatir adalah kebalikan dari iman.

Jika kita punya iman didalam Tuhan, kita seharusnya tidak kuatir, tetapi seringkali kita kuatir, bahkan kadang kuatir tanpa alasan. Yesus mengajar bahwa hidup lebih penting dari makanan dan minuman. Di sini Yesus menyentuh kebutuhan yang paling dasar didalam hidup manusia. Kekuatiran dapat membawa tekanan mental, gangguan saraf, kanker, membuat hormon kita bertumbuh lebih cepat dari yang lain dan banyak sekali macam-macam penyakit.

Ams 16:20, "Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan."

Ams 15:30, "Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar baik menyegarkan tulang."

Ay.15, "Hari yang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang bergembira hatinya selalu berpesta." Kekuatanmu terletak didalam sukacita! Sukacita terjadi jika kita percaya kepada Tuhan.

Rom 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."

Jika kita percaya kepada Tuhan, kita tidak akan terlalu terpengaruh dengan kabar yang buruk, masalah yang ada, karena semuanya untuk mendatangkan kebaikan saudara! Tahukah saudara bahwa mata Tuhan memperhatikan engkau! Dia adalah Bapa kita! Dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu! Percayakah saudara Tuhan itu baik setiap saat?? Kita harus belajar mempercayai Tuhan.

Sesuai Rom 8:28, jika saudara mengasihi Tuhan, Tuhan akan merubah yang tidak baik menjadi baik. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Jika engkau punya seorang bayi dan ia meminta pisau, apakah engkau akan memberikannya? Tentu saja tidak, karena itu akan membahayakan bayi itu. Demikian juga Tuhan terhadapmu! Jika saudara sakit, stress, banyak masalah, dll... engkau tidak tahu apa yang terjadi besok, tetapi ketahuilah bahwa semua ada didalam kontrolnya Allah!

Yang engkau perlu lakukan adalah engkau harus tetap bersukacita, jangan kuatir! Jika saudara sedang mencari pasangan hidup hari-hari ini, jangan kuatir! Allah sudah menyediakan yang terbaik, tetapi saudara harus hati-hati untuk tidak melangkah sebelum waktu Tuhan tiba.

Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

1Tes 5:16-17, "Bersukacital ah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah ayng dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu."

Jadi saudara jika engkau bangun setiap pagi, mulailah hari itu dengan ucapan syukur dan doa, maka sepanjang hari itu engkau akan menikmati berkat Allah dan hidupmu akan berkenan!

Maz 37:25, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." Saudara yang terkasih, kita perlu mempercayai Allah didalam hidup kita! Daud adalah raja yang memerintah berjuta-juta orang Israel, tetapi ia menemukan bahwa Allah adalah Allah yang sama dahulu, sekarang dan selamanya, janji-Nya tetap untuk kita semua.

Dia Allah yang setia dan baik! Kasih-Nya tak berkesudahan! Halleluyah!

10 Juli 2008

3 langkah keluar sebelum Anda masuk


Saat TUHAN menyuruh Abraham, Bapa orang percaya, untuk meju ke sebuah negeri yang akan TUHAN tunjukkan, TUHAN berfirman, ''Pergilah dari negerimu, dan dari sana saudaramu, dan dari rumah bapamu ke negeri yang akan kutunjukkan kepadamu."(Kejadian 12:1)


Allah tidak memulai suatu nubuatan dengan 'berkat' malahan Allah memulainya dengan 3 perkataan 'PERGILAH'. Anda belum pantas menerima semua berkat-berkat TUHAN sebelum dibebaskan dari dosa-dosa dan kelemahan Anda. Barulah di Kejadian 12:2-3, Allah menjanjikan 'berkat'. Abraham mengalami 3 pelepasan sebelum ia masuk ke dalam kehidupan imannya. Demikian juga kita !!

PERGILAH DARI NEGERIMU
Ini bukan berarti TUHAN menyuruh kita untuk menentang negeri kita..tapi DIA hanya mau membebaskan kita dari aspek-aspek negatif negeri Ini. Tuhan tidak menentang patriotisme, justru itu salah satu tugas kita.
Allah mau menyingkirkan aspek kebudayaan negatif bangsa yang berada dalam diri kita supaya da lebih banyak hal-hal rohani dapat tinggal dalam Anda.
Jangan menempuh jalan dengan membeli kesuksesan anda! biarkan Allah yang memberikannya kepadamu pada waktu yang tepat sebab anda hanya akan mampu menopangnya dengan jalan seperti ini.
PERGILAH DARI SANAK SAUDARAMU
Allah menyuruh Abraham untuk melepaskand iri dari 'kehidupan sosial'. Lebih mudah untuk membebaskan diri dari negeri dibandingkan dari sanak saudara. Banyak orang tidak ingin TUHAN ikut campur dalam kehidupan sosialnya karena ingin bergaul dengan siapapun sesuka hati mereka. Anda perlu mengevaluasi orang-orang yang anda biarkan bersahabat dan bergaul dengan anda. Kadang-kadang Allah harus terlibat dalam kehidupan sosial anda supaya membenatu mempersiapkan anda demi masa depan. Jangan mengeluh untuk itu, ada harga untuk segala sesuatu yang datang dari atas dan tidak ada obral atau diskon! Pembayarannya pun tidak ada angsuran! Anda harus membayarnya dengan harga penuh. Hanya itu caranya.

PERGILAH DARI RUMAH BAPAMU
Pelepasan ketiga adalaha yang paling sulit yaitu pelepasan dengan darah daging sendiri. Ayah Abraham adalah seorang pembuat berhala. itu sebabnya TUHAN menginginkan Abraham pergi dari rumah bapanya.
Allah tidak menyuruh anda untuk meninggalkan rumah dan melawan orang tua. DIA hanya ingin membebaskan anda dari kelemahan2 yang ada di sana..Yang anda lakukan adalah mengenali hal-hal apa saja yang harus dihadapi agar keluarga anda masuk dalam kehendak Allah yang sempurna.
Langkah pertama adalah dimulai saat anda mengakui dan menyadari ada area=area dalam kehidupan keluarga anda yang tidak benar. Anda harus meninggalkan warisan terbaik kepada anak-anak anda. Anda perlu meninggalkan warisan rohani yang baik juga. Bangkitlah dan mulailah mempercayai Allah untuk menolong anda melakukan perubahan-perubahan yang perlu agar terjadi pelepasan dari kelemahan-kelemahan itu.

Abraham pun taat (Kej 12:4) maka dia menerima berkat-berkat TUHAN seperti pada ayat 2 dan 3 dalam Kejadian 12.
Anda mau taat?? Nikmatilah buah dari ketaatan Anda..

08 Juli 2008

Pemburu Tuhan


Salah satu buku yang pernah aku baca saat aku kuliah adalah 'PEMBURU TUHAN'.

Sebuah buku dengan judul yang sangat provokatif..membuat aku penasaran untuk membaca nya..dan alhasil tidak salah lagi, buku ini bener-bener bagus..Buku tersebut yang ditulis oleh Hamba Tuhan Tommy Tenney..Pada bagian tagline bertuliskan " Jiwaku merindukan Engkau, ya Tuhan"

Berikut beberapa point yang saya mau bagikan setelah saya membaca buku tersebut.
Pemburu Tuhan adalah orang-orang yang memiliki rasa lapar dan haus akan Tuhan, artinya orang-orang yang tidak puas dengan cara yang sudah berjalan karena hal itu memaksa untuk hidup tanpa Allah dalam kepenuhan-Nya. Matius 5:6 berkata bahwa orang yang lapar dan haus akan dipuaskan. Faktor utama yang memotivasi kita seharusnya adalah "Kita melakukan segala sesuatu karena DIA dan karena itu adalah hati-Nya", Namun, jika kita tidak hati-hati, kita dapat saja terjebak dengan mengerjakan banyak hal bagi DIA sehingga kita justru melupakan DIA. Jangan tukar rasa lapar dan haus akan TUHAN dengan cara mengerjakan banyak hal bagi DIA.
Ada lebih baik banyak lagi yang tersedia dari TUHAN daripada yang telah kita terima dan dapat bayangkan. Namun, kita seringkali menjadi puas dengan keaadaan kita dan apa yang kita miliki sehingga kita tidak meminta yang TERBAIK dari TUHAN. Sudah saatnya kita merasakan 'ketidakpuasan rohani' Mengapa? karena saya tahu apa yang dapat terjadi: saya dapat menangkap DIA. Saya tahu bahwa ada hal yang lebih dari apapun yang sudah kita lihat atau harapkan dan ini menjadi obsesi yang kudus: saya menginginkan TUHAN lebih lagi.
Orang-orang yang telah mengalami hal-hal 'yang lebih besar', hidup mereka tidak adak pernah sama lagi. Sekali anda mengalami pengalaman dengan DIA dan kemuliaan-Nya, Anda tidak akan meninggalkan DIA dan melupakan jawaban-Nya. Sesuatu mati dalam daging kita setiap kali kita berhadapan dengan kemuliaan-Nya.
Tuhan tidak datang kepada umat-Nya yang mencari berkat-berkatNya tetapi DIA datang kepada umat yang mencari kemuliaan wajah-Nya. Allah telah bosan berteriak untuk mengajar kita, DIA ingin menuntun kita dengan mata-Nya. Itu berarti kita harus sesedekat mungkin dengan DIA untuk melihat wajah-Nya. Sudah sekian lama kita hanya berkutat dengan mencari tangan Allah, kita menginginkan apa yang dapat DIA kerjakan bagi kita..kita menginginkan berkat-berkatNya..Namun kita lalai untuk mencari WajahNya (2 Tawarikh 7:14). Jika anda mencari wajah-Nya amaka yang anda dapatkan adalah kasih karunia-Nya. Ketika pengurapan datang, segala sesuatu akan berlangsung dengan lebh baik.
Tidak cukup hanya sekedar dibrtkati, tidak cukup hanya menerima karunia-karuniaNya dan berjalan dalam urapan-Nya. Inginkanlah Sang Pemberi berkat bukan lagi berkatNya dan inginkanlah Sang Pemberi karunia bukan karunianya saja. Jangan hanya bergairah dengan 'mainan' yang TUHAN miliki, DIA ingin agar kita semua bergairah bagi DIA.
Masa depanmu bergantung pada harapanmu. Keberhasilan setan yang terbesar adalah menyelewengkan kita untuk berlari ke arah garis akhir yang salah. Belajarlah dari Paulus (Filipi 3:13-14).
Jangan pernah pernah mengabaikan hadirat Tuhan yang kudus dan jangan pernah beranggapan bahwa jika tidal seorang pun menangis, terguncang-guncang atau bernubuat maka TUHAN tidak sedang bekerja..Berhati-hatilah ketika anda menahan rasa bosan dan puas diri. Jangan datang ke gereja untuk mencari sensasional..datanglah ke sana untuk mencari TUHAN dan anda akan menemukan-Nya.
Jika kita mengizinkan TUHAN untuk membawa kita melalui proses yang lengkap dari pertobatan dan keremukan hati tanpa menghalangi atau memadamkan api Roh-Nya, maka ketika hadirat TUHAN yang dahsyat datang di anatara kita dan atas kita, kita akan mampu untuk membawanya tanpa rasa takut karena kita akan berjalan dalam kekudusan ALLAH dan kedagingan kita menjadi mati, dilingkupi darah Domba Allah. Amin
Selamat menjadi pemburu-pemburu TUHAN yang gagah berani!!

Orang Hebat

"Orang yang hebat adalah orang yang bisa berprestasi dalam bidang pekerjaan yang tidak disukainya," ujar seorang teman yang kebetulan memegang posisi sebagai senior general manager di sebuah perusahaan besar di negeri ini. Semula saya sempat terdiam dan memikirkan secara serius apa yang dikatakan sang teman ini. Dalam hati saya berkata, "Memang benar pernyataan tersebut namun rasanya sangat sulit bagi seseorang untuk bisa memberikan yang terbaik, apalagi menggapai prestasi maksimal, pada sebuah pekerjaan yang tidak disukainya? Bukankah manusia cenderung tidak betah ketika melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak disukainya?"
Mengenai cara menemukan talenta, saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rick Warren (penulis buku Purpose Driven Life) bahwa kita harus menanyakannya kepada Sang Pencipta. Ini sangat wajar karena sebagai Sang Pencipta, Dialah yang paling mengetahui dalam bidang apa kita harus berkarya di muka bumi ini. Hal ini sama persis dengan seorang pencipta sebuah alat yang mengetahui secara persis bagaimana cara menggunakan atau mengoperasikan alat tersebut sehingga alat tersebut memiliki kinerja yang maksimal. Untuk itu, kita harus tekun berdoa dan bertanya kepada Tuhan mengenai kehendak-Nya bagi hidup kita. Saya sendiri menemukannya lewat jalan ini.

Memang, selain itu ada sejumlah cara, metode atau alat bantu yang bisa digunakan untuk menemukan talenta kita. Teman-teman yang berprofesi sebagai psikolog dapat sangat membantu dalam hal ini meski tidak selalu akurat. Mentor saya yang juga guru kepemimpinan Kristen, Dr. John C. Maxwell pernah mengajarkan saya sebuah pendekatan untuk menemukan talenta seseorang. Maxwell yang juga seorang pendeta itu menyarankan agar kita mencari bidang pekerjaan yang membuat kita bergairah (passion) atau bidang yang kita ahli (strength).
Kini saya tahu bahwa talenta saya sebagai penulis buku pengembangan diri, pembicara seminar dan trainer (kerap orang menjuluki saya sebagai motivator) sangat erat kaitannya dengan panggilan hidup saya untuk menjadi berkat bagi hidup orang lain. Saya tahu Tuhan memanggil saya dan memperlengkapi saya agar saya bisa membantu orang lain bertumbuh menjadi insan yang lebih baik sebagaimana Ia sendiri telah menuntun saya dengan penuh kesabaran.
Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu... - Nasihat Paulus kepada muridnya, Timotius. Bercermin dari hal di atas, saya kerap mengatakan, keluarkan orang dari zona nyaman (comfort zone) namun tidak dari zona talentanya (talent zone). Misalnya, sebagai penulis, saya harus terus berusaha agar semakin baik dalam menulis karena itulah talent zone saya.

Sumber: Paulus Winarto
Paulus Winartoadalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa. Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller (al: First Step to be An Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential dan Melangkah Maju di Masa Sulit).