Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan

20 Agustus 2008

Jangan Kamu Kuatir !!


Mat 6:25-34. Pada awal pelayanan Tuhan Yesus, Ia mulai mengajar. Didalam Mat 5,6,7 adalah kotbah Yesus di bukit. Didalam Mat 6:25-34 ini, Yesus mengajarkan lebih dari empat kali supaya kita tidak kuatir. Mengapa? Itu berarti banyak orang kuatir.

Kuatir itu bukan berasal dari Allah.

Kuatir adalah kebalikan dari iman.

Jika kita punya iman didalam Tuhan, kita seharusnya tidak kuatir, tetapi seringkali kita kuatir, bahkan kadang kuatir tanpa alasan. Yesus mengajar bahwa hidup lebih penting dari makanan dan minuman. Di sini Yesus menyentuh kebutuhan yang paling dasar didalam hidup manusia. Kekuatiran dapat membawa tekanan mental, gangguan saraf, kanker, membuat hormon kita bertumbuh lebih cepat dari yang lain dan banyak sekali macam-macam penyakit.

Ams 16:20, "Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan."

Ams 15:30, "Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar baik menyegarkan tulang."

Ay.15, "Hari yang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang bergembira hatinya selalu berpesta." Kekuatanmu terletak didalam sukacita! Sukacita terjadi jika kita percaya kepada Tuhan.

Rom 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."

Jika kita percaya kepada Tuhan, kita tidak akan terlalu terpengaruh dengan kabar yang buruk, masalah yang ada, karena semuanya untuk mendatangkan kebaikan saudara! Tahukah saudara bahwa mata Tuhan memperhatikan engkau! Dia adalah Bapa kita! Dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu! Percayakah saudara Tuhan itu baik setiap saat?? Kita harus belajar mempercayai Tuhan.

Sesuai Rom 8:28, jika saudara mengasihi Tuhan, Tuhan akan merubah yang tidak baik menjadi baik. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Jika engkau punya seorang bayi dan ia meminta pisau, apakah engkau akan memberikannya? Tentu saja tidak, karena itu akan membahayakan bayi itu. Demikian juga Tuhan terhadapmu! Jika saudara sakit, stress, banyak masalah, dll... engkau tidak tahu apa yang terjadi besok, tetapi ketahuilah bahwa semua ada didalam kontrolnya Allah!

Yang engkau perlu lakukan adalah engkau harus tetap bersukacita, jangan kuatir! Jika saudara sedang mencari pasangan hidup hari-hari ini, jangan kuatir! Allah sudah menyediakan yang terbaik, tetapi saudara harus hati-hati untuk tidak melangkah sebelum waktu Tuhan tiba.

Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

1Tes 5:16-17, "Bersukacital ah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah ayng dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu."

Jadi saudara jika engkau bangun setiap pagi, mulailah hari itu dengan ucapan syukur dan doa, maka sepanjang hari itu engkau akan menikmati berkat Allah dan hidupmu akan berkenan!

Maz 37:25, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." Saudara yang terkasih, kita perlu mempercayai Allah didalam hidup kita! Daud adalah raja yang memerintah berjuta-juta orang Israel, tetapi ia menemukan bahwa Allah adalah Allah yang sama dahulu, sekarang dan selamanya, janji-Nya tetap untuk kita semua.

Dia Allah yang setia dan baik! Kasih-Nya tak berkesudahan! Halleluyah!

24 Juni 2008

Betapa Berat Beban Hidupku...

"Mengapa bebanku berat sekali?" aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender.
"Tidak adakah istirahat dari hidup ini?"Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.

"Ya Tuhan," aku menangis, "Biarkan aku tidur...Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!"
Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar.

Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib. "Anakku," orang itu bertanya, "Mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu?"
"Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat! betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi."
"Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
"Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

"Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"
"Aku bisa melakukan hal itu?" Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya. Kau bisa mencoba semua ini. Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

"Itu punya Joan," kataku. Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus. Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak.

"Umm, aku coba punya Joan. Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul?" pikirku. Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika.

"Lepaskan beban ini!" teriakku. "Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"
"Lihat ke dalamnya. "Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku..."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu. Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba,telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

"Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya..."

"Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan. Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga: Ia melihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami.Debra punya juga demikian: masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan.

Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.
"Beban mereka semua sangat berat, Tuhan" kataku.
"Kembalikan bebanku"Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.
"Mari kita lihat ke dalamnya," Tuhan berkata.
Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat."Itu bukan ide yang baik," jawabku,"Mengapa?""Karena banyak sampah di dalamnya."

"Biar Aku lihat"Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku. Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku."Katakan kepada-Ku mengenai hal ini."

"Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas."

"Anak-Ku, Aku selalu memberikan kebutuhanmu.... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu.

"Kemudian Ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki.!
"Dan yang ini?" tanya Tuhan."Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya..."

"Anak-Ku," Tuhan berkata."Jika kau percayakan kepada-Ku, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku."Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang."Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bisa membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku!"

"Anak-Ku, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mata-Ku."

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya."Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang," kataku,"Yang terakhir, berikan kepada-Ku batu bata yang terakhir." kata Tuhan."Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya.""Anak-Ku, berikan kepadaKu."Kembali suara-Nya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangan-Nya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat luka-Nya.

"Tuhan....Bagaimana dengan tangan-Mu? Tangan-Mu penuh dengan luka!!"Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajah-Nya untuk pertama kalinya. Dan pada dahi-Nya, kulihat luka yang sangat dalam... tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan," aku berbisik."Apa yang terjadi dengan Engkau?"Mata-Nya yang penuh kasih menyentuh kalbuku. "AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya."

"Bagaimana?""Dengan darah-Ku""Tetapi kenapa Tuhan?""Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu."Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tangan-Nya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku: kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus. Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya."Sekarang anak-Ku, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang."

"Ya, Tuhan, aku akan memanggil-Mu."Aku mengambil kembali bebanku."Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik, "Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu."

GbU gUyS ^^



diambil dari email seorang teman (olive)