Tampilkan postingan dengan label Tuhan Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan Yesus. Tampilkan semua postingan

02 Desember 2009

Aku yang selalu mengasihimu


Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab.

Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu.

Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.


Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Demikian juga dirimu, kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil. Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah AKU sudah menyediakan suksesmu sendiri ? Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air...selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku...jangan mau dikalahkan oleh keadaan...tetapi kalahkan keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih...jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu. Bukankah untuk itu kau hidup? Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU ?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.

Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. AKU selalu membuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya. AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!


Aku yang selalu mengasihimu,


YESUS

04 Maret 2009

Tubuh dan Darah Yesus

1 Kor 11:23-25
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

Dalam perjamuan kudus, ada tubuh dan darah TuhanYesus. Tubuh dilambangkan dengan roti / makanan, darah dilambangkan dengan anggur / minuman. Tubuh jasmani kita membutuhkan makanan dan minuman, demikian pula dengan tubuh rohani.

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk hidup. Tiap-tiap hari perlu makan dan minum. Makan dan minum tubuh dan darah Tuhan Yesus artinya mengingat selalu pengorbanan Tuhan Yesus; juga menjadikan firman Tuhan menjadi SATU dengan kita. Tanpa makan dan minum, manusia dapat mati. Menandakan kita perlu bergantung pada Dia.

Orang yang tidak berdasar pada DIA akan cenderung percaya kepada kekuatan sendiri atau menggunakan kekuatan-kekuatan lain. Orang ini sudah termasuk anti-kris. Apabila seseorang mencari Tuhan seperti dalam Mazmur 1, maka segala yang dikerjakannya berhasil karena Tuhan Yesus berjanji dalam Yohanes 15:7 (Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya).
Yohanes 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya
Sesungguhnya Yesus tidak bisa mati karena salib atau apapun; karena di dalam DIA ada kuasa BAPA yang hidup. Yesus selalu mendengar suara BAPA dan berkomunikasi dengan DIA. Banyak kali dicatat dalam Alkitab; Yesus tidak tidur, tapi Yesus berdoa semalam-malaman (mengangkat 12 murid, taman Getsemani,dll). Yesus juga taat kepada suara Bapa dengan menerima Yudas sebagai muridNya. Kuasa Bapa yang hidup itulah yang menyembuhkan, melepaskan dari kuasa gelap.
Bila kita sungguh-sungguh hidup kudus seperti Yesus, maka kuasa Bapa yang hidup juga ada di dalam diri kita.Kuasa yang bekerja dalam diri Yesus luar biasa besarnya. Mengapa? Karena Yesus tidak menerima setiap kata-kata yang ditawarkan iblis (seperti pada saat dicobai di padang gurun), yang dinamakan UnGodlyBelief / kepercayaan yang tidak alkitabiah. Kata-kata iblis itu seakan-akan seperti firman Tuhan. MengapaYesus dapat mengatasi godaan iblis ? Yesus mengerti tujuan hidupNya (jalan salib). Sebelumnya Yohanes menyebut Yesus sebagai domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29).
Tujuan hidup kita masing-masing di-set oleh Bapa. Kita perlu tau akan tujuan hidup kita. Banyak orang bunuh diri karena mereka merasa sudah tidak ada tujuan hidup lagi. Hal-hal negatif, hal-hal yang sia-sia, hal-halyang menyimpang dari kebenaran (hal semacam ini yang iblis sering tanamkan dalam pikiran manusia). Dalam diri kita, masih banyak paradigma yang menentang kebenaran firman Tuhan. Roh Kudus akan membantu kita menyingkapkan akar penyebab dari paradigma tersebut.
Di masa kecil, seseorang sering mendapat kata-kata:"kamu seorang yang gagal", maka saat dewasa dia banyak mengalami kegagalan. Kata-kata itu masuk dengan tidak ada penyaringan. Orang dewasa juga dapat mengalaminya juga, bila dia tidak melakukan penyaringan dengan firman Tuhan. Biasanya kata-kata akan datang berulang-ulang, pertama dianggap sepi, lama kelamaan(tidak melakukan penolakan) perkataan tersebut akan diterima. Sesungguhnya bila kita menerima hal-hal yang bukan kebenaran (UnGodly Belief / Kepercayaan Yang Tidak Alkitabiah) maka sebenarnya kita berjabat tangan dengan iblis dan menjadi musuh Allah.
GBU

17 Juni 2008

KASIH KRISTUS



Suatu pagi, aku terbangun untuk melihat matahari terbit.
Ah, ciptaan Tuhan memang begitu indah!
Sambil menyaksikan semua ini, aku memuji-muji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah.
Saat aku terduduk di situ, aku merasakan kehadiran Allah, Tuhanku Yesus Kristus datang kepadaku
Ia bertanya, Apakah engkau mencintai Aku?
Aku menjawab, Tentu saja, Engkau adalah Tuhan dan Juru Selamatku!Kemudian Ia bertanya, Sekiranya tubuhmu cacat, apakah engkau akan tetap mencintai Aku? Aku tertegun, dan melihat kedua kaki dan tanganku.
Ah, alangkah sulitnya hidup ini, dengan tubuh yang cacat!
Tetapi aku menjawab,Tuhanku, jika aku cacat, akan sangat susah bagiku, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau.
Kemudian Tuhan Yesus bertanya, Sekiranya matamu tak dapat melihat,apakah engkau tetap bersyukur atas segala ciptaanKu?
Secara tiba-tiba aku terbayang orang-orang tuna netra di seluruh duniadan bagaimana mereka tetap memuji dan bersyukur atas segala ciptaan Tuhan.
Jadi aku menjawab, Alangkah sulitnya jika aku tidak dapat melihat, Tuhanku, tetapi aku tetap akan bersyukur atas segala ciptaanMu.
Kemudian Tuhan Yesus berkata, Sekiranya engkau tidak dapat mendengar,apakah engkau tetap akan setia kepada setiap FirmanKu?Lalu aku berpikir, bagaimana mungkin aku mendengarkan Firman Allah jika aku tuli?
Tetapi kemudian aku tersentak, dan menyadari bahwa aku perlu mendengar Firman Allah dengan hati, bukan dengan telinga saja.Maka aku menjawab, Alangkah sulitnya Tuhan, jika aku tuli, tetapi aku akan tetap mendengar segala FirmanMu.
Kemudian Tuhan Yesus bertanya, Sekiranya engkau tidak dapat berkata-kata dalam hidupmu, apakah engkau tetap akan memuji NamaKu?
Bagimana mungkin aku menyampaikan puji-pujian tanpa suara?Tetapi akupun sadar bahwa Tuhan ingin puji-pujian itu berasal dari hatiku yang paling dalam dan dari ketulusan jiwaku.
Maka akupun menjawab, Alangkah sulitnya, Tuhan, jika aku tidak dapat berkata-kata, tetapi aku akan tetap bernyanyi di dalam hatiku, memuji dan bersyukur kepadaMu.
Kemudian Tuhan Yesus bertanya, Apakah engkau mencintai Aku? Dengan penuh keyakinan, aku menjawab, Ya, Tuhanku,aku mencintai Engkau karena Engkaulah Allah yang Maha Kuasa!Aku pikir, aku telah menjawab pertanyaan Tuhanku dengan baik....
Kemudian Tuhan Yesus bertanya, Lalu, mengapa engkau tetap berbuat dosa?Mengapa engkau menjauh dariKu disaat-saat kesukacitaanmu?Dan engkau mencari-cari Aku dalam seruan doa-doamu disaat Engkau kesusahan?Aku tidak menjawab.
Hanya air mata yang mengalir.
Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan, Mengapa engkau hanya bernyanyi memujiKu disaat kebaktian dan retretmu?
Mengapa engkau mencari-cari Aku hanya saat beribadah?
Mengapa engkau meminta-minta terus hanya untuk kepuasan dirimu sendiri?
Mengapa engkau meminta-minta kepadaKu tanpa kesetiaan?
Air mataku terus mengalir.
Mengapa engkau tidak menyampaikan FirmanKu pada semua orang?
Mengapa engkau mencari-cari alasan saat Aku memberikanmu kesempatankepadamu untuk memuliakan namaKu?
Aku mencoba untuk menjawab.
Tapi tidak ada jawaban.
Engkau telah Kuberkati dengan Hidup.
Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan pemberianKu itu.
Aku telah memberkatimu dengan berbagai talenta untuk melayaniKu dengan kasih, tetapi engkau terus berpaling daripadaKu.Aku telah menyingkapkan FirmanKu kepadamu, tetapi engkau tidak bertambah dalam pengertianmu.
Aku telah berbicara kepadamu, tetapi telinga hatimu tertutup rapat.
Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tetapi matamu tidak mau melihat.
Tetapi Aku telah mendengarkan doa-doamu, anakKu, dan Aku telah menjawabnya.
Apakah engkau mencintai Aku? Tanya Tuhan Yesus sekali lagi.Aku tidak bisa menjawab.
Aku teramat sedih dan malu.
Aku tidak memiliki alasan lagi.

Setelah aku meratap dalam tangis,
aku berkata, Ampuni aku, Tuhan, aku tidak layak menjadi anakMu.
Tetapi Tuhan Yesus menjawab, AnakKu... anakKu yang Kukasihi, Aku sangat mencintaimu!
Aku menjawab, Mengapa Engkau selalu mau mengampuni aku?
Mengapa Engkau mengasihi aku seperti itu?
Tuhan Yesus menjawab,
Karena engkau adalah ciptaanKu.
Engkau adalah anakKu.
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.
Disaat engkau menangis, Aku tahu kesedihanmu dan Akupun menangis disisimu.
Disaat engkau bersuka cita, Akupun tertawa bersamamu.
Disaat engkau putus asa, Aku datang memberikan semangat bagimu.
Disaat engkau terjatuh, Aku mengulurkan tanganKu untuk mengangkatmu.
Disaat engkau lelah, Aku mengangkatmu didalam dekapan pelukanKu.
Aku akan selalu bersertamu dan mencintaimu sampai akhir segala zaman.
Aku tidak pernah menangis seperti saat itu.
Bagaimana mungkin aku bisa begitu dingin terhadap Allahku.
Bagaimana mungkin aku menyakiti hati Tuhan,setelah begitu banyak yang telah dilakukanNya bagiku?
Lalu aku bertanya kepada Tuhan Yesus, Tuhan, seberapa besarkah kasihMu bagiku?
Kemudian Tuhan Yesus membuka tanganNya lebar-lebar.
Dan aku melihat tanganNya yang luka karena paku di kayu salib, dan aku teringat akan segala kesengsaraanNya.Kesengsaraan sampai mati, karena kasih.
Aku tersungkur di kaki Kristus, Juru Selamatku.
Bersujud dan menangis.