Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

04 Maret 2009

Tubuh dan Darah Yesus

1 Kor 11:23-25
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

Dalam perjamuan kudus, ada tubuh dan darah TuhanYesus. Tubuh dilambangkan dengan roti / makanan, darah dilambangkan dengan anggur / minuman. Tubuh jasmani kita membutuhkan makanan dan minuman, demikian pula dengan tubuh rohani.

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk hidup. Tiap-tiap hari perlu makan dan minum. Makan dan minum tubuh dan darah Tuhan Yesus artinya mengingat selalu pengorbanan Tuhan Yesus; juga menjadikan firman Tuhan menjadi SATU dengan kita. Tanpa makan dan minum, manusia dapat mati. Menandakan kita perlu bergantung pada Dia.

Orang yang tidak berdasar pada DIA akan cenderung percaya kepada kekuatan sendiri atau menggunakan kekuatan-kekuatan lain. Orang ini sudah termasuk anti-kris. Apabila seseorang mencari Tuhan seperti dalam Mazmur 1, maka segala yang dikerjakannya berhasil karena Tuhan Yesus berjanji dalam Yohanes 15:7 (Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya).
Yohanes 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya
Sesungguhnya Yesus tidak bisa mati karena salib atau apapun; karena di dalam DIA ada kuasa BAPA yang hidup. Yesus selalu mendengar suara BAPA dan berkomunikasi dengan DIA. Banyak kali dicatat dalam Alkitab; Yesus tidak tidur, tapi Yesus berdoa semalam-malaman (mengangkat 12 murid, taman Getsemani,dll). Yesus juga taat kepada suara Bapa dengan menerima Yudas sebagai muridNya. Kuasa Bapa yang hidup itulah yang menyembuhkan, melepaskan dari kuasa gelap.
Bila kita sungguh-sungguh hidup kudus seperti Yesus, maka kuasa Bapa yang hidup juga ada di dalam diri kita.Kuasa yang bekerja dalam diri Yesus luar biasa besarnya. Mengapa? Karena Yesus tidak menerima setiap kata-kata yang ditawarkan iblis (seperti pada saat dicobai di padang gurun), yang dinamakan UnGodlyBelief / kepercayaan yang tidak alkitabiah. Kata-kata iblis itu seakan-akan seperti firman Tuhan. MengapaYesus dapat mengatasi godaan iblis ? Yesus mengerti tujuan hidupNya (jalan salib). Sebelumnya Yohanes menyebut Yesus sebagai domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29).
Tujuan hidup kita masing-masing di-set oleh Bapa. Kita perlu tau akan tujuan hidup kita. Banyak orang bunuh diri karena mereka merasa sudah tidak ada tujuan hidup lagi. Hal-hal negatif, hal-hal yang sia-sia, hal-halyang menyimpang dari kebenaran (hal semacam ini yang iblis sering tanamkan dalam pikiran manusia). Dalam diri kita, masih banyak paradigma yang menentang kebenaran firman Tuhan. Roh Kudus akan membantu kita menyingkapkan akar penyebab dari paradigma tersebut.
Di masa kecil, seseorang sering mendapat kata-kata:"kamu seorang yang gagal", maka saat dewasa dia banyak mengalami kegagalan. Kata-kata itu masuk dengan tidak ada penyaringan. Orang dewasa juga dapat mengalaminya juga, bila dia tidak melakukan penyaringan dengan firman Tuhan. Biasanya kata-kata akan datang berulang-ulang, pertama dianggap sepi, lama kelamaan(tidak melakukan penolakan) perkataan tersebut akan diterima. Sesungguhnya bila kita menerima hal-hal yang bukan kebenaran (UnGodly Belief / Kepercayaan Yang Tidak Alkitabiah) maka sebenarnya kita berjabat tangan dengan iblis dan menjadi musuh Allah.
GBU

25 November 2008

Citra vs Realita

(berikut ini adalah hasil ringkasan dari kotbah Minggu yang disampaikan Pdt. Yohanes di gerejaku pas hari Minggu 23 November kemaren).

di hari-hari ini, banyak sekali kita lihat poster-poster dan gambar-gambar para calon anggota legislatif..pada calon anggota DPRD, maupun para calon bupati or walikota..jika kita perhatikan dengan seksama, foto dan gambar mereka semua menampilkan citra yang baik..

Senyum, muka yang berseri, slogan-slogan yang berisi muatan yang positif untuk membantu rakyat dan memperjuangkan nasib rakyat kecil. Bahkan tak jarang disertai janji-janji program yang bisa dibilang "ampuh" menurut mereka.

Namun, apa yang akan jadi kenyataan saat mereka telah duduk di posisi tersebut? mereka tak jarang bahkan terlampau sering melupakan apa yang telah mereka janjikan dan apa yang telah menjadi citra mereka. Itulah yang dinamakan citra, terkadang berbeda jauh dengan realita.

Begitu pula dengan kehidupan kita.

Ada dua jenis orang percaya yaitu orang percaya hanya sekedar 'CITRA' dan orang percaya yang 'REALITA'.

apakah itu?

sebelum membahas lebih lanjut yuks kita sama2 baca ayat Alkitab yang ada di dalam Matius 7 : 24-27 dan Lukas 6:46-49

Matius 7:24-27
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Lukas 6:46-49
6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
6:47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--,
6:48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Nah, dari ayat di atas saja kita sudah jelas bisa membedakan mana yang tadi disebut CITRA dan mana yang disebut REALITA. Citra hanya mementingkan penampilan luarnya saja sedangkan Realita lebih dari itu.

Kehidupan kita diibaratkan dengan proses membangun sebuah rumah, jika kita amati adalah sebuah hal yang membutuhkan waktu lama saat mulai membangun sebuah pondasi. pembangunan pondasi ini membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan untuk menjamin kekuatan bangunan yang didirikan. Tahapan mendirikan bangunan bisa lebih cepat dilakukan ketimbang membuat pondasi. Oleh karena itu, proses ini merupakan proses kunci untuk kokohnya bangunan.

Kehidupan yang diberi pondasi yang benar akan memberikan kekuatan yang kentara jika dibandingkan dengan kehiudpan tanpa pondasi yang benar. Pondasi hidup kita semesti nya YESUS sendiri yang merupakan Batu Penjuru kita. Dia lah pondasi dari keseluruhan hidup kita.

Ibarat sebuah pohon, Akar lah yang memegang peranan penting dalam hidupnya. Akar merupakan pondasinya!! walaupun pohon itu memilki daun atau bunga yang indah namun tetap saja akar yang memegang peranan penting. Akarlah yang menentukan seberapa kuat pohon itu bertahan mengalami terpaan angin maupun hujan.

Yuks periksa pondasi kita..periksa akar dari kehidupan kita..Masihkan akar kita kokoh? masihkan pondasi kita benar?

20 Agustus 2008

Jangan Kamu Kuatir !!


Mat 6:25-34. Pada awal pelayanan Tuhan Yesus, Ia mulai mengajar. Didalam Mat 5,6,7 adalah kotbah Yesus di bukit. Didalam Mat 6:25-34 ini, Yesus mengajarkan lebih dari empat kali supaya kita tidak kuatir. Mengapa? Itu berarti banyak orang kuatir.

Kuatir itu bukan berasal dari Allah.

Kuatir adalah kebalikan dari iman.

Jika kita punya iman didalam Tuhan, kita seharusnya tidak kuatir, tetapi seringkali kita kuatir, bahkan kadang kuatir tanpa alasan. Yesus mengajar bahwa hidup lebih penting dari makanan dan minuman. Di sini Yesus menyentuh kebutuhan yang paling dasar didalam hidup manusia. Kekuatiran dapat membawa tekanan mental, gangguan saraf, kanker, membuat hormon kita bertumbuh lebih cepat dari yang lain dan banyak sekali macam-macam penyakit.

Ams 16:20, "Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan."

Ams 15:30, "Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar baik menyegarkan tulang."

Ay.15, "Hari yang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang bergembira hatinya selalu berpesta." Kekuatanmu terletak didalam sukacita! Sukacita terjadi jika kita percaya kepada Tuhan.

Rom 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."

Jika kita percaya kepada Tuhan, kita tidak akan terlalu terpengaruh dengan kabar yang buruk, masalah yang ada, karena semuanya untuk mendatangkan kebaikan saudara! Tahukah saudara bahwa mata Tuhan memperhatikan engkau! Dia adalah Bapa kita! Dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu! Percayakah saudara Tuhan itu baik setiap saat?? Kita harus belajar mempercayai Tuhan.

Sesuai Rom 8:28, jika saudara mengasihi Tuhan, Tuhan akan merubah yang tidak baik menjadi baik. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Jika engkau punya seorang bayi dan ia meminta pisau, apakah engkau akan memberikannya? Tentu saja tidak, karena itu akan membahayakan bayi itu. Demikian juga Tuhan terhadapmu! Jika saudara sakit, stress, banyak masalah, dll... engkau tidak tahu apa yang terjadi besok, tetapi ketahuilah bahwa semua ada didalam kontrolnya Allah!

Yang engkau perlu lakukan adalah engkau harus tetap bersukacita, jangan kuatir! Jika saudara sedang mencari pasangan hidup hari-hari ini, jangan kuatir! Allah sudah menyediakan yang terbaik, tetapi saudara harus hati-hati untuk tidak melangkah sebelum waktu Tuhan tiba.

Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

1Tes 5:16-17, "Bersukacital ah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah ayng dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu."

Jadi saudara jika engkau bangun setiap pagi, mulailah hari itu dengan ucapan syukur dan doa, maka sepanjang hari itu engkau akan menikmati berkat Allah dan hidupmu akan berkenan!

Maz 37:25, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." Saudara yang terkasih, kita perlu mempercayai Allah didalam hidup kita! Daud adalah raja yang memerintah berjuta-juta orang Israel, tetapi ia menemukan bahwa Allah adalah Allah yang sama dahulu, sekarang dan selamanya, janji-Nya tetap untuk kita semua.

Dia Allah yang setia dan baik! Kasih-Nya tak berkesudahan! Halleluyah!