Tampilkan postingan dengan label prayer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prayer. Tampilkan semua postingan

20 Juni 2008

Hidup Berbuah


Yohanes 15:1-8
15:1
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2
Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6
Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."




Berbuah adalah masa yang paling ditunggu-tunggu dari sebuah pohon oleh pemiliknya atau penanamnya. Tahap ini adalah tahap dimana pohon tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang membuat pemilik/penanamnya senang..


Hal yang sama itu juga yang harus dialami setiap murid Tuhan. Dalam Yohanes 15:1-8 dikatakan bahwa kita ini seperti ranting-ranting dan Tuhan Yesus adalah Pokok anggur..Kita dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada ranting yang mulai terpisah dari pokok anggur itu..yupss rantingnya dapat menjadi kering..dan ujung2nya dia akan gugur atau dicabut lalu kemudian dibakar..ranting yang demikian tidak mencapai tujuan akhirnya yaitu menghasilkan buah..


Teman, hidup kita akan dapat dilihat dari buahnya..ada beberapa poin yang saya dapatkan saat membaca ayat2 tersebut:




  1. Tinggallah di dalam Aku : kata2 tinggal dalam Aku ini beberapa kali diulang dalam perikop ini, ini menandakan bahwa hal tersebut merupakan suatu yang penting, jika tidak terjadi maka akibatnya fatal..Marilah kita tinggal dan memiliki hubungan yang erat dengan Pencipta kita, tertempel dengan Pokok anggur yang Benar..


  2. Tinggallah dia dalam Aku dan Aku di dalam kamu, Firmanku tinggal didalam kamu : selain kita bersekutu dengan Tuhan, kita juga perlu membaca dan merenungkan serta melaksanakan Firman Nya. Ibaratnya sebuah ranting anggur, dia tidak akan berbuah jika dia hanya menempel saja pada pokok anggur tanpa dia mau makan dan menerima suplai nutrisi dari pokok anggur..biarlah hidup kita senantiasa dipenuhi Firman..sehingga benarlah dikatak Firman Tuhan bahwa " Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalan-jalanku "


  3. Pada ayat 7 "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Hal ini akan terjadi setelah ada dua hal sebelumnya..So jangan kuatir Allah sanggup menyediakan segala sesuatu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. Amin
Akhirnya: Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

16 Juni 2008

BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA ?


Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket.Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan, ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja.Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.
John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah saya punya uang."
John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
"Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,"alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : "Saya akan bayar semua yang diperlukanIbu ini.
"Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan,"Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.
"Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?"
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.
"Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.
Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil,"Aku tidak percaya pada yang aku lihat."
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertasdaftar belanja si ibu kumal tadi.Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :
"Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."Si Pemilik Toko terdiam.
Si Ibu, Louise,berterima kasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya.Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollarkepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.

Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa